SD Muhammadiyah Sapen Pertahankan Gelar, Tarakanita Bumijo Cetak Sejarah di MLSC Jogja
SD Muhammadiyah Sapen kembali juara KU 12 MLSC Jogja. SD Tarakanita Bumijo I mencetak sejarah sebagai juara baru KU 10 dengan top skor 36 gol.
Dandim Sleman, Letkol Arm Joko Sujarwo saat menjadi pembicara dalam Taraweh Keliling Forkominda (Forum Komunikasi Pimpinan Daerah) di Rumah Dinas Bupati Sleman, Sabtu (27/5/2017). (Abdul Hamid Razak/JIBI/Harian Jogja)
Antisipasi serangan terorisme secara sederhana bisa dilakukan dengan meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungannya
Harianjogja.com, SLEMAN- Antisipasi serangan terorisme secara sederhana bisa dilakukan dengan meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungannya. Jika muncul aktifitas mencurigakan, warga diminta segera melapor kepada aparat kepolisian dan TNI.
Dandim Sleman, Letkol Arm Joko Sujarwo mengatakan, insiden bom bunuh diri di kampung Melayu pada Rabu (24/5/2017) lalu merupakan dampak dari langkah Pemerintah Suriah yang menghancurkan markas kelompok ekstremis Islamic State Irak Suriah (ISIS).
Akibatnya, para anggota kelompok ISIS yang berasal dari berbagai negara tersebut kembali ke ke negara asalnya kemudian menebar teror.
"Itu situasi yang berkembang saat ini. Oleh karenanya, perlu ada langkah dan antisipasi bersama," katanya saat menjadi pembicara dalam Taraweh Keliling Forkominda (Forum Komunikasi Pimpinan Daerah) di Rumah Dinas Bupati Sleman, Sabtu (27/5/2017).
Untuk mencegah aksi serupa terjadi di wilayah Sleman, Joko berharap seluruh pihak mulai pemangku jabatan hingga masyarakat untuk bersinergi memberikan perhatian terhadap hal tersebut. Misalnya, kata dia, jika ada orang baru atau orang yang tidak dikenal di lingkungan, maka warga harus meningkatkan kepekaan.
Jika ada sesuatu yang mencurigakan, segera berkoordinasi dengan pihak kepolisisan atau TNI. "Kalau ada hal yang berpotensi menimbulkan kerusuhan hingga ancaman terorisme di tengah masyarakat, bisa ditindaklanjuti secara positif," ujar Joko.
Senada dengannya Kapolres Sleman AKBP Burkan Rudy Satria menilai salah satu penyebab keberhasilan aksi terorisme adalah ketidakpedulian masyarakat terhadap kondisi di sekelilingnya. Menurut Burkan, masyarakat juga harus memiliki kepedulian terhadap situasi di sekelilingnya.
"Ini penting untuk mencegah adanya aktifitas terkait terorisme. Sebab tidak mungkin hanya mengandalkan aparat dan para pejabat. Warga harus lebih peduli," ujarnya.
Aksi-aksi terorisme yang terjadi, lanjutnya, bisa dicegah dengan hal yang sederhana. Seperti, kepekaan masyarakat terhadap lingkungan di sekitarnya, terutama terhadap warga baru. Menurutnya harus ada komunikasi yang baik antar warga supaya aktifitas yang terkait dengan terorisme ataupun aksi kriminalitas lainnya tidak terjadi di lingkungannya.
"Bila ada pendatang baru, tanyakan dari mana datangnya, di mana kerjanya. Bukan untuk rewel, tapi itu semata-mata untuk menjaga keharmonisan di lingkungan," tegas Burkan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
SD Muhammadiyah Sapen kembali juara KU 12 MLSC Jogja. SD Tarakanita Bumijo I mencetak sejarah sebagai juara baru KU 10 dengan top skor 36 gol.
Nguyen Xuan Son cedera hamstring dan absen 4-6 pekan. Striker Vietnam itu harus mundur dari FIFA ASEAN Cup 2026
Cek harga emas Antam, Galeri24 dan UBS di Pegadaian beserta harga buyback dalam berbagai ukuran, dari 0,5 gram hingga 1.000 gram.
Kata oke ternyata punya sejarah sejak 1839. Istilah OK pertama kali tercatat di Boston Morning Post sebagai singkatan jenaka.
AI mengubah pendidikan tinggi Tiongkok. Ribuan jurusan ditutup atau ditunda, sementara kampus membuka program chip, robotika, dan AI.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magelang secara resmi meluncurkan perluasan gerakan “Blonjo Warung Tonggo”.