Skuad Final Belanda Piala Dunia 2026: Van Dijk Kapten, Depay Comeback
Belanda umumkan 26 pemain untuk Piala Dunia 2026. Van Dijk jadi kapten, Depay pulih, Xavi Simons absen.
Ilustrasi cuaca ekstrem. (JIBI/Solopos/Reuters)
Cuaca ekstrem kemungkinan dialami sebagian wilayah di DIY
Harianjogja.com, SLEMAN -- Meski kemarau, hujan dan angin kencang masih terjadi di sebagian wilayah di DIY. Tingginya kelembaban udara menjadi salah satu penyebabnya.
Koordinator Stasiun Klimatologi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofiska (BMKG) Jogja Djoko Budiono menjelaskan, berdasarkan hasil analisa cuaca, ada beberapa hal yang diindikasikan menjadi penyebab hujan dalam beberapa hari ini. Di antaranya, lanjut Djoko, RH (kelembaban udara) pada lapisan atas 850-500 mb sepanjang Pulau Jawa di atas 90%. "Ini mengindikasikan atmosfer dalam kondisi basah sehingga potensi terjadinya hujan cukup tinggi," jelasnya kepada Harianjogja.com, Selasa (30/5/2017).
Selain itu, pada lapisan atas 850 - 700 mb terlihat adanya belokan angin yang menyebabkan konvergensi (daerah pertemuan angin). Kondisi tersebut, lanjut Djoko, berdampak pada pembentukan awan-awan hujan. "Kondisi itu masih akan menyebabkan hujan dengan kategori ringan-sedang dalam dua hingga tiga hari ke depan," ujarnya.
Dia menambahkan, kondisi tersebut juga berdampak pada munculnya angin kencang. Kecepatan angin maksimum rata-rata antara 10-20 knot atau 18-39 km/jam di beberapa lokasi. Kecepatan angin ini, menurut Djoko, masuk kategori cukup kencang. Oleh karenanya, Djoko mengingatkan potensi terbentuknya awan Cb (pusaran angin) untuk beberapa hari ke depan.
"Angin timurannya kuat. Gangguan cuaca saat ini diprediksi berlangsung sampai 5 Juni, setelah itu kembali normal," ungkapnya.
Beberapa lokasi yang diprediksi mengalami gangguan cuaca meliputi seluruh wilayah Sleman dan sebagian wilayah Bantul serta Kulonprogo. Di tiga lokasi tersebut, curah hujan sepekan ke depan di prediksi terjadi di atas 50mm per minggu. Sementara wilayah lainnya di bawah 50mm/minggu. "Untuk tinggi gelombang di pesisir selatan diprediksi antara 2,5 meter hingga 4 meter, ini juga perlu diwaspadai," jelas Djoko.
Terpisah, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sleman Makwan mengaku gangguan cuaca yang terjadi masih belum berdampak atau menimbulkan bencana. Meski begitu, pihaknya selalu siap jika sewaktu-waktu bencana datang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Belanda umumkan 26 pemain untuk Piala Dunia 2026. Van Dijk jadi kapten, Depay pulih, Xavi Simons absen.
Kerbau kurban di Kudus mengamuk hingga melukai warga. Polisi terpaksa melumpuhkan dua ekor demi keselamatan masyarakat.
MGPA dan Bea Cukai Soekarno-Hatta perkuat koordinasi logistik MotoGP Mandalika untuk dukung kelancaran event internasional di NTB.
Polsek Bambanglipuro menangkap pria asal Sleman yang menipu kelompok tani dengan modus meminjam pompa air lalu menjualnya ke rongsok.
Banyumas revisi tarif retribusi pasar lewat Perbup 8/2026. Pedagang dapat keringanan, kepatuhan ditargetkan meningkat.
Lima remaja di Pati dibina polisi usai viral video pocong. Polisi pastikan konten hoaks dan situasi tetap aman.