CUACA EKSTREM : Kelembapan Udara Tinggi, Hujan dan Angin Berpotensi Terjadi

Ilustrasi cuaca ekstrem. (JIBI/Solopos - Reuters)
31 Mei 2017 11:22 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Cuaca ekstrem kemungkinan dialami sebagian wilayah di DIY

Harianjogja.com, SLEMAN -- Meski kemarau, hujan dan angin kencang masih terjadi di sebagian wilayah di DIY. Tingginya kelembaban udara menjadi salah satu penyebabnya.

Koordinator Stasiun Klimatologi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofiska (BMKG) Jogja Djoko Budiono menjelaskan, berdasarkan hasil analisa cuaca, ada beberapa hal yang diindikasikan menjadi penyebab hujan dalam beberapa hari ini. Di antaranya, lanjut Djoko, RH (kelembaban udara) pada lapisan atas 850-500 mb sepanjang Pulau Jawa di atas 90%. "Ini mengindikasikan atmosfer dalam kondisi basah sehingga potensi terjadinya hujan cukup tinggi," jelasnya kepada Harianjogja.com, Selasa (30/5/2017).

Selain itu, pada lapisan atas 850 - 700 mb terlihat adanya belokan angin yang menyebabkan konvergensi (daerah pertemuan angin). Kondisi tersebut, lanjut Djoko, berdampak pada pembentukan awan-awan hujan. "Kondisi itu masih akan menyebabkan hujan dengan kategori ringan-sedang dalam dua hingga tiga hari ke depan," ujarnya.

Dia menambahkan, kondisi tersebut juga berdampak pada munculnya angin kencang. Kecepatan angin maksimum rata-rata antara 10-20 knot atau 18-39 km/jam di beberapa lokasi. Kecepatan angin ini, menurut Djoko, masuk kategori cukup kencang. Oleh karenanya, Djoko mengingatkan potensi terbentuknya awan Cb (pusaran angin) untuk beberapa hari ke depan.

"Angin timurannya kuat. Gangguan cuaca saat ini diprediksi berlangsung sampai 5 Juni, setelah itu kembali normal," ungkapnya.

Beberapa lokasi yang diprediksi mengalami gangguan cuaca meliputi seluruh wilayah Sleman dan sebagian wilayah Bantul serta Kulonprogo. Di tiga lokasi tersebut, curah hujan sepekan ke depan di prediksi terjadi di atas 50mm per minggu. Sementara wilayah lainnya di bawah 50mm/minggu. "Untuk tinggi gelombang di pesisir selatan diprediksi antara 2,5 meter hingga 4 meter, ini juga perlu diwaspadai," jelas Djoko.

Terpisah, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sleman Makwan mengaku gangguan cuaca yang terjadi masih belum berdampak atau menimbulkan bencana. Meski begitu, pihaknya selalu siap jika sewaktu-waktu bencana datang.