Emas Antam Tembus Rp2,65 Juta/Gram, Ini Daftar Harga Terbaru
Harga emas Antam naik jadi Rp2.655.000 per gram. Simak daftar lengkap harga emas UBS dan Galeri24 terbaru hari ini.
Ilustrasi cuaca ekstrem. (JIBI/Solopos/Reuters)
Cuaca ekstrem kemungkinan dialami sebagian wilayah di DIY
Harianjogja.com, SLEMAN -- Meski kemarau, hujan dan angin kencang masih terjadi di sebagian wilayah di DIY. Tingginya kelembaban udara menjadi salah satu penyebabnya.
Koordinator Stasiun Klimatologi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofiska (BMKG) Jogja Djoko Budiono menjelaskan, berdasarkan hasil analisa cuaca, ada beberapa hal yang diindikasikan menjadi penyebab hujan dalam beberapa hari ini. Di antaranya, lanjut Djoko, RH (kelembaban udara) pada lapisan atas 850-500 mb sepanjang Pulau Jawa di atas 90%. "Ini mengindikasikan atmosfer dalam kondisi basah sehingga potensi terjadinya hujan cukup tinggi," jelasnya kepada Harianjogja.com, Selasa (30/5/2017).
Selain itu, pada lapisan atas 850 - 700 mb terlihat adanya belokan angin yang menyebabkan konvergensi (daerah pertemuan angin). Kondisi tersebut, lanjut Djoko, berdampak pada pembentukan awan-awan hujan. "Kondisi itu masih akan menyebabkan hujan dengan kategori ringan-sedang dalam dua hingga tiga hari ke depan," ujarnya.
Dia menambahkan, kondisi tersebut juga berdampak pada munculnya angin kencang. Kecepatan angin maksimum rata-rata antara 10-20 knot atau 18-39 km/jam di beberapa lokasi. Kecepatan angin ini, menurut Djoko, masuk kategori cukup kencang. Oleh karenanya, Djoko mengingatkan potensi terbentuknya awan Cb (pusaran angin) untuk beberapa hari ke depan.
"Angin timurannya kuat. Gangguan cuaca saat ini diprediksi berlangsung sampai 5 Juni, setelah itu kembali normal," ungkapnya.
Beberapa lokasi yang diprediksi mengalami gangguan cuaca meliputi seluruh wilayah Sleman dan sebagian wilayah Bantul serta Kulonprogo. Di tiga lokasi tersebut, curah hujan sepekan ke depan di prediksi terjadi di atas 50mm per minggu. Sementara wilayah lainnya di bawah 50mm/minggu. "Untuk tinggi gelombang di pesisir selatan diprediksi antara 2,5 meter hingga 4 meter, ini juga perlu diwaspadai," jelas Djoko.
Terpisah, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sleman Makwan mengaku gangguan cuaca yang terjadi masih belum berdampak atau menimbulkan bencana. Meski begitu, pihaknya selalu siap jika sewaktu-waktu bencana datang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Harga emas Antam naik jadi Rp2.655.000 per gram. Simak daftar lengkap harga emas UBS dan Galeri24 terbaru hari ini.
Genesis Mission membuka era baru riset berbasis AI. Simak peran Google, dampaknya bagi sains global, dan peluang implementasinya di Indonesia.
Pemerintah Indonesia melobi AS agar minyak sawit dikecualikan dari tarif tambahan 10 persen. Airlangga menyebut proses di USTR masih berlangsung.
Polda Metro Jaya menetapkan tujuh tersangka bentrokan Pegangsaan. Warga dan keluarga korban sepakat menjaga kondusivitas serta mendukung proses hukum.
Jadwal KRL Solo-Jogja Selasa 28 Juli 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta. Cek 12 jadwal perjalanan dan tarif tetap Rp8.000.
Kemkomdigi meminta publik melihat utuh pernyataan Presiden Prabowo soal "londo ireng" dan menegaskan tidak ditujukan kepada profesi atau kelompok tertentu.