900 Ton Gandum Sudah Dikirim ke Palestina, Laju Peduli Ungkap Sumbernya
Laju Peduli telah mengirim lebih dari 900 ton gandum ke Palestina selama delapan tahun. Bantuan dihimpun dari sedekah masyarakat.
Ilustrasi cuaca ekstrem. (JIBI/Solopos/Reuters)
Cuaca ekstrem kemungkinan dialami sebagian wilayah di DIY
Harianjogja.com, SLEMAN -- Meski kemarau, hujan dan angin kencang masih terjadi di sebagian wilayah di DIY. Tingginya kelembaban udara menjadi salah satu penyebabnya.
Koordinator Stasiun Klimatologi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofiska (BMKG) Jogja Djoko Budiono menjelaskan, berdasarkan hasil analisa cuaca, ada beberapa hal yang diindikasikan menjadi penyebab hujan dalam beberapa hari ini. Di antaranya, lanjut Djoko, RH (kelembaban udara) pada lapisan atas 850-500 mb sepanjang Pulau Jawa di atas 90%. "Ini mengindikasikan atmosfer dalam kondisi basah sehingga potensi terjadinya hujan cukup tinggi," jelasnya kepada Harianjogja.com, Selasa (30/5/2017).
Selain itu, pada lapisan atas 850 - 700 mb terlihat adanya belokan angin yang menyebabkan konvergensi (daerah pertemuan angin). Kondisi tersebut, lanjut Djoko, berdampak pada pembentukan awan-awan hujan. "Kondisi itu masih akan menyebabkan hujan dengan kategori ringan-sedang dalam dua hingga tiga hari ke depan," ujarnya.
Dia menambahkan, kondisi tersebut juga berdampak pada munculnya angin kencang. Kecepatan angin maksimum rata-rata antara 10-20 knot atau 18-39 km/jam di beberapa lokasi. Kecepatan angin ini, menurut Djoko, masuk kategori cukup kencang. Oleh karenanya, Djoko mengingatkan potensi terbentuknya awan Cb (pusaran angin) untuk beberapa hari ke depan.
"Angin timurannya kuat. Gangguan cuaca saat ini diprediksi berlangsung sampai 5 Juni, setelah itu kembali normal," ungkapnya.
Beberapa lokasi yang diprediksi mengalami gangguan cuaca meliputi seluruh wilayah Sleman dan sebagian wilayah Bantul serta Kulonprogo. Di tiga lokasi tersebut, curah hujan sepekan ke depan di prediksi terjadi di atas 50mm per minggu. Sementara wilayah lainnya di bawah 50mm/minggu. "Untuk tinggi gelombang di pesisir selatan diprediksi antara 2,5 meter hingga 4 meter, ini juga perlu diwaspadai," jelas Djoko.
Terpisah, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sleman Makwan mengaku gangguan cuaca yang terjadi masih belum berdampak atau menimbulkan bencana. Meski begitu, pihaknya selalu siap jika sewaktu-waktu bencana datang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Laju Peduli telah mengirim lebih dari 900 ton gandum ke Palestina selama delapan tahun. Bantuan dihimpun dari sedekah masyarakat.
Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang ditetapkan tersangka. Kortastipidkor Polri mengungkap empat rangkaian perkara dugaan pemerasan hingga TPPU.
Sekda Sleman Abu Bakar memastikan visi-misi pembangunan 2025-2029 diterjemahkan menjadi program dan indikator kinerja setiap OPD.
Lumeria Dessert membuka gerai kelima di Plaza Malioboro, Yogyakarta, sekaligus memperkenalkan lini menu matcha dengan bahan premium dari Jepang.
Pemkot Magelang menggerakkan ASN dan pegawai BUMD lewat Ayo Nglarisi Pasar untuk meningkatkan transaksi dan menghidupkan pasar rakyat.
Feri Yudoyono menyumbang perunggu balap sepeda untuk Indonesia di Asian Games 2026. Kontingen Merah Putih kini mengoleksi 22 medali.