Puncak Kemarau Agustus, Warga Gunungkidul Diminta Hemat Air
BPBD Gunungkidul meminta warga menghemat air saat puncak kemarau Agustus 2026. Sebanyak 184 tangki air bersih telah disalurkan ke wilayah terdampak kekeringan.
Kusno, pemilik Gua Braholo, Semugih sedang menunjukkan lokasi penggalian dan penemuan fosil manusia purba, Selasa (21/9/2015).(Harian Jogja/Uli Febriarni)
Wisata Gunungkidul berupa Gua Braholo menyangkut peradaban manusia
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Dinas Kebudayaan Gunungkidul akan mengajukan situs Gua Braholo menjadi Cagar Budaya Nasional. Saat ini, situs itu masih sebatas benda warisan budaya dari jaman prasejarah.
Kepala Seksi Kepurbakalaan dan Permuseuman, Dinas Kebudayaan Gunungkidul Winarsih mengatakan, di tahun ini ada enam situs warisan budaya yang akan ditingkatkan statusnya menjadi cagar budaya. Salah satu situs tersebut merupakan Gua Braholo yang ada di Dusun Petir, Kecamatan Rongkop akan diajukan sebagai situs cagar budaya nasional.
“Sedang kita persiapkan. Mudah-mudahan di tahun ini Gua Braholo dapat menjadi situs cagar budaya nasional,” katanya kepada Harianjogja.com, Kamis (3/8/2017).
Menurut dia, ada tiga kategori untuk situs cagar budaya, mulai dari tingkatan kabupaten, provinsi hingga nasional. Pemilihan Gua Braholo menjadi kandidat sebagai cagar budaya nasional tidak lepas dari potensi yang dimiliki di situs tersebut yang nilainya sangat tinggi karena menyangkut dengan peradaban manusia, khususnya di zaman purba.
“Untuk pengajuan ini, kami juga terus berkoordinasi dengan Dewan Pertimbangan Pelestarian Budaya,” ujarnya.
Lebih jauh dikatakan Winarsih, benda cagar budaya merupakan warisan budaya bersifat kebendaan berupa Benda Cagar Budaya, Bangunan Cagar Budaya, Struktur Cagar Budaya, Situs Cagar Budaya, dan Kawasan Cagar Budaya di darat maupun di dalam air yang perlu dilestarikan keberadaannya karena memiliki nilai penting bagi sejarah. Cagar Budaya juga dapat dikategorikan sebagai barang antik, barang kuno, barang purbakala, dan sesuatu yang dibuat oleh orang terdahulu. Setelah melakukan registrasi, cagar budaya akan diuji kelayakannya sebagai cagar budaya atau bukan cagar budaya, oleh Tim Ahli yang sudah disertifikasi.
“Jadi tidak semua penemuan benda-benda langsung bisa masuk sebagai cagar budaya karena harus dikaji terlebih dahulu,” katanya lagi.
Sementara itu, Pengelola Goa Braholo sekaligus pemilik tanah, Kusno,60, mengatakan artefak yang ada di gua sangat banyak mulai dari berbagai tulang hewan maupun fosil kayu hingga kerangka manusia. Ia mengaku melihat kerangka tersebut, karena ikut dalam proses ekskavasi. Menurut dia, tulang belulangnya lebih kecil dibandingkan dengan manusia saat ini namun kepalanya lebih besar.
“Katanya untuk temuan kerangka manusia purba diamankan di Museum Purbakala, Punung, Jawa Timur,” katanya beberapa waktu lalu.
Kusno berharap pemerintah memperhatikan lokasi yang berjarak kurang lebih 25 km dari kota wonosari ini. Sehingga dengan adanya booming wisata di kabupaten paling timur di DIY ini bisa dirasakan masyarakat setempat. “Saat ini yang datang kebanyakan merupakan akademisi yang melakukan penelitian,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Gunungkidul meminta warga menghemat air saat puncak kemarau Agustus 2026. Sebanyak 184 tangki air bersih telah disalurkan ke wilayah terdampak kekeringan.
Wacana pembatasan BBM subsidi menyasar desil 9-10. Simak cara cek desil DTSEN melalui situs Cek Bansos Kemensos dengan NIK.
Maroon 5 akan konser di Jakarta pada 5 Februari 2027. Simak harga tiket, jadwal presale, dan cara pembelian tiketnya.
KPK memeriksa mantan Dirut Bank BJB Yuddy Renaldi sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan iklan periode 2021-2023.
Wacana pembatasan BBM subsidi untuk desil 9-10 berpotensi berdampak pada 51 juta warga kelas menengah dan calon kelas menengah.
Kejagung memastikan kasus transfer pricing PT Toba Pulp Lestari berbeda dari laporan Purbaya Yudhi Sadewa dan rugikan negara Rp2 triliun.