Duh..Masih Ada Bangunan Sekolah di Jogja Belum Tahan Gempa

26 Desember 2017 22:40 WIB Sunartono Jogja Share :

Mayoritas bangunan sekolah belum tahan gempa adalah SD.

Harianjogja.com, JOGJA--Pemerintah mengharuskan bangunan di setiap sekolah memakai konstruksi tahan gempa. DIY sebagian besar telah menggunakan sistem konstruksi tersebut, namun masih ada beberapa sekolah yang belum menerapkan bangunan tahan gempa.

Kepala Disdikpora DIY Kadarmanta Baskara Aji menegaskan, hampir sebagian besar bangunan sekolah di DIY sudah mengacu pada konstruksi standar bangunan tahan gempa. Terutama sekolah yang melakukan pembangunan pascagempa 2006, ia memastikan seluruhnya telah memenuhi prosedur tersebut.

"Karena kita punya pengalaman [gempa] 2006, sejak saat itu, setiap bangunan termasuk sekolah harus tahan gempa," ungkap dia kepada Harianjogja.com, Senin (25/12/2017).

Pihaknya telah melakukan inventarisasi di semua sekolah di DIY untuk melihat jumlah bangunan yang belum memenuhi standar tahan gempa dengan melihat kekuatan setiap bangunan.

"Kami pernah melakukan inventarisasi untuk dicek kembali apakah bangunan yang ada sudah tahan gempa atau belum, karena dulu kan gempa juga tidak merata di beberapa daerah. Terutama bangunan sekolah yang berada di daerah gempa tidak terlalu parah," terangnya.

Ia menambahkan, Disdikpora DIY sudah mengimbau kepada seluruh sekolah di DIY, jika ingin menambah bangunan, harus menyesuaikan dengan konstruksi tahan gempa.

Hanya saja, ia mengakui masih ada beberapa bangunan sekolah yang belum termasuk standar bangunan tahan gempa meski jumlahnya tidak banyak. Bangunan sekolah tersebut didominasi sekolah dasar, tetapi Aji tak menyebutkan detail sekolah mana saja yang termasuk di dalamnya.

"Kalau dari hasil inventarisasi kami memang tidak banyak persentasenya, hanya sekitar sepuluh sekolah, yang terbesar bangunan SD, untuk SMP dan SMA mudah-mudahan itu sudah termasuk tahan, karena sebagian besar konstruksinya tahan gempa," ujar dia.