Advertisement

Masih Ada Perusahaan Anggap BPJS Ketenagakerjaan sebagai Beban

Rima Sekarani
Kamis, 04 Januari 2018 - 16:20 WIB
Nina Atmasari
Masih Ada Perusahaan Anggap BPJS Ketenagakerjaan sebagai Beban

Advertisement

Masih ada perusahaan di Jogja yang menganggap BPJS Ketenagakerjaan sebagai beban

Harianjogja.com, JOGJA-Masih ada perusahaan di Jogja yang menganggap BPJS Ketenagakerjaan sebagai beban. Anggapan ini menghambat pencapaian target keanggotaan di BPJS Ketenagakerjaan.

Advertisement

Baca juga : http://m.harianjogja.com/?p=881980">Target Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan Jogja Tidak Tercapai

Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Jogja, Ainul Kholid membenarkan mengenai masih adanya perusahaan yang menganggap iuran BPJS Ketenagakerjaan menambah beban pembiayaan perusahaan.

"Padahal, berbagai program yang ditawarkan memang penting untuk melindungi hak-hak pekerja, mulai dari jaminan kecelakaan kerja hingga kematian," katanya, kepada Harianjogja.com, Kamis (4/1/2017).

Sosialisasi bakal tetap digalakkan untuk meningkatkan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan tahun ini. Kualitas pelayanan juga terus ditingkatkan, misalnya memberikan kemudahan bagi peserta yang ingin mengakses layanan klaim tertentu.

Soal pendekatan kepada perusahaan yang belum mendaftarkan pekerjanya, Ainul menerapkan cara khusus. “Kami bisa meminta lalu memanfaatkan testimoni mereka yang sudah merasakan manfaat program BPJS Ketenagakerjaan,” ucap Ainul.

Ia menyebutkan jumlah kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan tahun 2017 ditargetkan mencapai 117.376 orang. Namun, realisasinya tercatat hanya mencapai 71.181 orang atau sekitar 76,26 persen pada akhir November lalu.

Ditanya soal target di tahun 2018, Ainul mengaku belum bisa menyebutkannya. Hal itu baru akan dirapatkan bersama di tingkat Kantor Wilayah (Kanwil) Jawa Tengah dan DIY pada Jumat (5/1/2017) besok.

“Nanti akan dibahas kendala dan potensinya seperti apa supaya targetnya juga reliabel,” ungkap dia.

Meski begitu, Ainul berpendapat salah satu pekerjaan rumah yang mesti digarap tahun ini adalah menunjukkan eksistensi BPJS Ketenagakerjaan.

Pihaknya tidak memungkiri jika saat ini BPJS Ketenagakerjaan belum sepopuler BPJS Kesehatan di kalangan masyarakat. “Kenyataannya seperti itu. Jadi kita tetap akan lakukan sosialisasi secara massif,” kata Ainul kemudian.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terkait

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Siswa Keracunan Spageti MBG, Operasional Dapur Disetop

Siswa Keracunan Spageti MBG, Operasional Dapur Disetop

News
| Sabtu, 04 April 2026, 15:57 WIB

Advertisement

Long Weekend April 2026: Cek Tanggal Merah Usai Lebaran

Long Weekend April 2026: Cek Tanggal Merah Usai Lebaran

Wisata
| Jum'at, 03 April 2026, 12:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement