El Nino Mengintai BPBD Bantul Siaga Distribusi Air Bersih
BPBD Bantul bersiap hadapi kekeringan dampak El Nino pada Juni 2026. Simak mekanisme bantuan air bersih dan alokasi anggaran tangki air di sini.
Tas kresek atau kantong plastik. - Freepik
Harianjogja.com, BANTUL — Gabungan Produsen Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI) mulai mempertimbangkan penggunaan kemasan alternatif menyusul lonjakan harga plastik yang dipicu gangguan pasokan global.
Kenaikan harga ini terjadi seiring terganggunya suplai bahan baku plastik yang sebagian besar berasal dari kawasan Timur Tengah.
Produsen Mulai Lirik Botol Kaca
Ketua Umum GAPMMI, Adhi S. Lukman, mengatakan produsen kini mengkaji ulang penggunaan kemasan, termasuk kemungkinan kembali ke botol kaca.
Menurutnya, sejumlah produsen minuman yang sebelumnya beralih dari kaca ke plastik kini mempertimbangkan langkah sebaliknya.
“Kami harus mencari alternatif. Beberapa produsen yang dulu menggunakan botol kaca lalu beralih ke plastik, sekarang mulai mempertimbangkan kembali ke kaca,” ujarnya dalam pameran di Jogja Expo Center, Rabu (8/4/2026).
Harga Plastik Naik hingga 100 Persen
Adhi mengungkapkan, harga plastik di tingkat pedagang dilaporkan melonjak hingga dua kali lipat atau sekitar 100 persen.
Kondisi ini sangat dirasakan oleh pelaku usaha kecil, terutama karena kapasitas industri hulu plastik dalam negeri baru mampu memenuhi sekitar 30 persen kebutuhan nasional.
Selain itu, sejumlah negara produsen juga mengurangi bahkan menghentikan produksi akibat kesulitan bahan baku.
“Karena itu, kami juga mencari alternatif pemasok dari luar Timur Tengah,” katanya.
Pameran Dorong Inovasi Industri
Sementara itu, CEO Krista Exhibitions, Daud Salim, menjelaskan pameran makanan dan minuman yang digelar berlangsung selama 8–11 April 2026.
Sebanyak 120 peserta ambil bagian, termasuk 30 pelaku UMKM. Pameran ini menampilkan berbagai produk, mulai dari bahan baku, makanan olahan, hingga teknologi pengolahan dan pengemasan.
Daud berharap ajang ini dapat mendorong peningkatan kualitas produk industri makanan dan minuman, baik skala UMKM maupun industri besar.
Selain potensi transaksi, pameran juga diramaikan berbagai kegiatan seperti kompetisi kuliner dan lomba memasak yang mengangkat makanan khas lokal.
“Nantinya ada kompetisi kuliner yang menampilkan makanan tradisional seperti mi godog dan jajanan pasar, yang juga akan dipromosikan di hotel dan restoran di Jogja,” ujarnya.
Pameran ini diharapkan memberi manfaat luas bagi pelaku usaha serta masyarakat, sekaligus menjadi ajang promosi produk lokal di Daerah Istimewa Yogyakarta.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Bantul bersiap hadapi kekeringan dampak El Nino pada Juni 2026. Simak mekanisme bantuan air bersih dan alokasi anggaran tangki air di sini.
Simak jadwal puasa Tarwiyah dan Arafah 2026 lengkap dengan niat, tata cara, dan keutamaannya menjelang Iduladha.
PLN pastikan listrik Sumatra pulih bertahap usai gangguan transmisi, 176 gardu induk kembali normal.
Selat Solo jadi alternatif olahan daging kurban yang unik. Perpaduan Jawa-Belanda, lezat, dan makin populer saat Idul Adha.
Kelangkaan solar subsidi di luar Jawa picu antrean panjang dan lonjakan biaya logistik jelang Iduladha 2026.
Masjid Sheikh Zayed Solo gelar Iduladha 2026 dengan 50 sapi kurban dan Festival Bulan Haji. Ada pasar gratis hingga nikah massal.