AP I Bakal Dekati Warga Penolak Bandara Kulonprogo

29 Januari 2018 13:55 WIB Uli Febriarni Kulonprogo Share :

Warga pendukung NYIA akan dilibatkan

Harianjogja.com, KULONPROGO-PT Angkasa Pura I (PT AP I) berencana mendekati warga penolak proyek New Yogyakarta International Airport (NYIA).

General Manager PT AP I Bandar Udara Adisutjipto Kolonel Pnb Agus Pandu Purnama mengungkapkan, langkah pendekatan itu dilakukan dengan cara mengimbau kepada warga yang sudah mendukung proyek NYIA dan menyerahkan lahannya, untuk mengajak kerabat mereka yang hingga kini diketahui masih menolak proyek NYIA. "Agar mereka bisa segera mendukung pembangunan NYIA," kata dia, Minggu (28/1/2018).

Agus Pandu menyatakan, langkah tersebut diambil menyusul kegagalan upaya pendekatan yang sebelumnya dilakukan oleh AP I dan Pemerintah Kabupaten Kulonprogo. "Harapannya, nanti ada pendekatan yang sifatnya dari hati ke hati," ujarnya.

Pandu menambahkan, keinginan AP I untuk pendekatan secara persuasif dengan warga penolak itu tidak pernah surut, Meski mereka pernah mengalami penolakan saat turun ke lapangan, tepatnya di Masjid Al Hidayah, Dusun Kragon II, Desa Palihan, Kecamatan Temon, 15 Desember 2017 lalu. Saat itu, upaya dialog menemui jalan buntu karena warga bersikukuh dengan penolakan mereka. "Kami sudah berkomitmen akan tetap mengutamakan dialog. Bagaimanapun masyarakat itu harus kami perhatikan," ujarnya.

Pandu menambahkan, pembangunan Bandara Internasional Baru Yogyakarta di Kulonprogo harus dilakukan karena merupakan proyek strategis nasional dan bertujuan untuk meningkatkan keselamatan, keamanan, dan pelayanan terhadap pengguna transportasi udara. "PT AP I [Persero] tetap berkomitmen untuk menyelesaikan pembangunan tepat waktu sehingga dapat dioperasikan pada 2019," jelasnya.

Humas Paguyuban Warga Penolak Penggusuran-Kulonprogo (PWPP-KP), Agus Widodo menerangkan, ia tidak akan ambil pusing dengan rencana yang akan diambil PT AP I. Agus membenarkan ada perbedaan pendapat di antara warga penolak dan kerabatnya sendiri yang mendukung proyek NYIA. Bahkan ia sendiri berbeda pendapat dengan kakak ayahnya [pakde] yang ia sebut pro NYIA dan sudah mengikuti program relokasi.

"Ya itu sudah urusan dewe-dewe, di antara kami sudah mengambil pilihan jalan masing-masing. Kalau ngobrol biasa silakan, tapi kalau sudah mengomentari penolakan kami terhadap NYIA, itu beda urusan nanti," kata dia.

Kendati berbeda pandangan, mereka masih saling berkunjung dan tetap menjalin kekerabatan. Agus juga menegaskan kembali, pada dasarnya PWPP-KP dapat menerima kedatangan pihak PT AP I maupun Pemkab ke kediaman mereka. "Kalau sekadar bersilaturahmi, silakan. Tapi kalau pertemuan itu hanya ingin menjelaskan soal bandara [NYIA], warga bosan dan kami tidak mengurusi itu," jelasnya.