Advertisement
Masih Hujan, Abrasi Kali Oya di Wunut Belum Ditangani
Advertisement
Meskipun ambrol talut Sungai Oya yang terletak di Dusun Wunut, Desa Sriharjo, Kecamatan Imogiri makin parah namun pemerintah belum dapat melakukan langkah antisipasi
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Meskipun ambrol talut Sungai Oya yang terletak di Dusun Wunut, Desa Sriharjo, Kecamatan Imogiri makin parah namun pemerintah belum dapat melakukan langkah antisipasi. Pasalnya hujan yang terus menerus jadi kendala utama.
Advertisement
Baca juga : http://m.harianjogja.com/?p=889469">Abrasi Kali Oya di Wunut Butuh Dinding Turap, tapi…
Camat Imogiri, Sigit Subroto mengatakan pihaknya sebenarnya sudah mengajukan bantuan karung pasir. Itu untuk mengantisipasi adanya ambrol susulan. Karung itu bakal diisi pasir dan ditumpuk di lokasi talut yang ambrol agar aliran air Sungai Oya mengarah ke barat.
Jika mengarah ke barat, maka air akan mengenai tumpukan bebatuan di tengah sungai. Sehingga sisi timur sungai, lokasi talut yang ambrol, relatif lebih aman.
“Gesikan yang ada bisa dimasukkan karung, buat talut sementara,” katanya, Selasa (30/1/2018).
Sigit menuturkan pihak BPBD Bantul sudah siap membantu 5000 karung pasir, sedangkan DPUPKP 1000 karung. Namun sayangnya rencana antisipasi tersebut belum dapat dilakukan hingga kini. Sebab, hujan deras turun terus menerus.
Akibatnya warga pun tidak bisa gotong royong memasukkan pasir dan tanah terus tergerus. Bahkan menurut Sigit, pihak DPUPKP juga sudah siap mendatangkan alat berat untuk mengeruk material longsor dan memadatkannya.
“Ya akhirnya belum bisa dilakukan. Masih musim hujan,” ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Pernah Jadi Kompleks IRGC, Sekolah di Iran Hancur Diserang AS
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- 400 ASN Gunungkidul Pensiun 2026, Dua Kepala Dinas Ikut Purna Tugas
- Disnaker Kulonprogo Buka Posko Aduan THR hingga H+10 Lebaran
- Longsor Jalur Clongop Gunungkidul, Tiga Alat Berat Diterjunkan
- Tol Jogja-Solo Fungsional, Jogja-Klaten Cuma 20 Menit Saat Lebaran
- Dies Natalis 80 FK-KMK UGM Tegaskan Inovasi Kesehatan Bangsa
Advertisement
Advertisement




