Gunakan Pupuk Organik, Hasil Panen Padi di Berbah Meningkat

22 Februari 2018 16:20 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Kelompok Tani Sido Rukun Klampengan Jlatren Jogotirto, Berbah, mengawali panen raya padi untuk musim tanam ini

Harianjogja.com, SLEMAN- Kelompok Tani Sido Rukun Klampengan Jlatren Jogotirto, Berbah, mengawali panen raya padi untuk musim tanam ini, Rabu (21/2/2018). Pemkab klaim produksi padi di Sleman surplus 101.277 ton.

Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Agro Jogotirto Mandiri Maryadi mengatakan, hasil panen tahun ini mengalami peningkatan dibandingkan sebelumnya. Hal itu terjadi karena petani Sido Rukun menggunakan pupuk organik selama bercocok tanam.

"Hasilnya cukup bagus. Kalau menggunakan perlakuan organik ubinnya 99 sementara yang masih menggunakan pupuk kimia 8,5," katanya kepada Harianjogja.com.

Dijelaskan Mariyadi, Kelompok  Tani Sido Rukun selama ini menggunakan pupuk kandang yang diproduksi sendiri. Di wilayah Berbah belum semua petani menggunakan pupuk organik sebagian besar masih menggunakan pupuk urea.

Namun ke depan petani diharapkan menggunkan pupuk organik karena hasilnya dinilai memuaskan. "Ini panen pertama untuk Berbah. Dari 318 hektare yang dipanen baru 20 hektare," katanya.

Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Sleman Heru Saptono berharap, panen tersebut dapat memotivasi para petani untuk memproduksi padi secara maksimal. Dengan begitu, Sleman mampu mempertahankan predikat sebagai gudang beras DIY.

Selama ini, Pemkab terus berupaya meningkatkan inovasi untuk meningkatkan produktivitas lahan pertanian. "Salah satunya dengan menggalakkan pola tanam jajar legowo dan mewajibkan pola tanam jajar legowo bagi kelompok tani yang menerima bantuan," katanya.

Dia menjelaskan, keunggulan dari pola tanam ini selain meningkatkan hasil produksi juga memudahkan petani saat memberi pupuk. Pola seperti itu juga mampu mengendalikan organisme penggangu serta menjaga kesuburan tanah. "Ini dikarenakan adanya jarak tanam,” ujarnya.

Adapun Bupati Sleman Sri Purnomo memaparkan, komoditas padi dan jagung saat ini menjadi tanaman pangan utama di Sleman. Produksi kedua komoditas ini mengalami surplus. Untuk padi, surplus 101.277 ton dengan produksi 290.672 ton.

Adapun luas panen 50.854 hektare dengan rata-rata produktivitas mencapai 57,15 kwintal perhektare. "Untuk jagung mengalami surplus 34.608 ton dengan produksi 47.060 ton, luas panen 6.123 ha serta produktivitas 76,85 kwintal perhektare," jelasnya.

Dia berharap ke depan petani dapat terus berinovasi mengembangkan budidaya pertanian untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga. Dinas diharapkan dapat terus memotivasi petani agar semakin inovatif dan bisa memanfaatkan tekhnologi tepat guna dalam upaya meningkatkan produktifitas pertanian.

"Kami mewajibkan penambahan pupuk organik sebagai upaya dalam menjaga kualitas hasil produksi yang aman bagi kesehatan dan ramah lingkungan," katanya.