UNY Pakai 2 Bus Listrik VKTR, Mobilitas Kampus Makin Ramah Lingkungan
Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) menggunakan dua bus listrik VKTR 8 meter untuk mendukung mobilitas kampus yang lebih nyaman, efisien, dan berkelanjutan.
Kelompok Tani Sido Rukun Klampengan Jlatren Jogotirto, Berbah, mengawali panen raya padi untuk musim tanam ini
Harianjogja.com, SLEMAN- Kelompok Tani Sido Rukun Klampengan Jlatren Jogotirto, Berbah, mengawali panen raya padi untuk musim tanam ini, Rabu (21/2/2018). Pemkab klaim produksi padi di Sleman surplus 101.277 ton.
Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Agro Jogotirto Mandiri Maryadi mengatakan, hasil panen tahun ini mengalami peningkatan dibandingkan sebelumnya. Hal itu terjadi karena petani Sido Rukun menggunakan pupuk organik selama bercocok tanam.
"Hasilnya cukup bagus. Kalau menggunakan perlakuan organik ubinnya 99 sementara yang masih menggunakan pupuk kimia 8,5," katanya kepada Harianjogja.com.
Dijelaskan Mariyadi, Kelompok Tani Sido Rukun selama ini menggunakan pupuk kandang yang diproduksi sendiri. Di wilayah Berbah belum semua petani menggunakan pupuk organik sebagian besar masih menggunakan pupuk urea.
Namun ke depan petani diharapkan menggunkan pupuk organik karena hasilnya dinilai memuaskan. "Ini panen pertama untuk Berbah. Dari 318 hektare yang dipanen baru 20 hektare," katanya.
Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Sleman Heru Saptono berharap, panen tersebut dapat memotivasi para petani untuk memproduksi padi secara maksimal. Dengan begitu, Sleman mampu mempertahankan predikat sebagai gudang beras DIY.
Selama ini, Pemkab terus berupaya meningkatkan inovasi untuk meningkatkan produktivitas lahan pertanian. "Salah satunya dengan menggalakkan pola tanam jajar legowo dan mewajibkan pola tanam jajar legowo bagi kelompok tani yang menerima bantuan," katanya.
Dia menjelaskan, keunggulan dari pola tanam ini selain meningkatkan hasil produksi juga memudahkan petani saat memberi pupuk. Pola seperti itu juga mampu mengendalikan organisme penggangu serta menjaga kesuburan tanah. "Ini dikarenakan adanya jarak tanam,” ujarnya.
Adapun Bupati Sleman Sri Purnomo memaparkan, komoditas padi dan jagung saat ini menjadi tanaman pangan utama di Sleman. Produksi kedua komoditas ini mengalami surplus. Untuk padi, surplus 101.277 ton dengan produksi 290.672 ton.
Adapun luas panen 50.854 hektare dengan rata-rata produktivitas mencapai 57,15 kwintal perhektare. "Untuk jagung mengalami surplus 34.608 ton dengan produksi 47.060 ton, luas panen 6.123 ha serta produktivitas 76,85 kwintal perhektare," jelasnya.
Dia berharap ke depan petani dapat terus berinovasi mengembangkan budidaya pertanian untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga. Dinas diharapkan dapat terus memotivasi petani agar semakin inovatif dan bisa memanfaatkan tekhnologi tepat guna dalam upaya meningkatkan produktifitas pertanian.
"Kami mewajibkan penambahan pupuk organik sebagai upaya dalam menjaga kualitas hasil produksi yang aman bagi kesehatan dan ramah lingkungan," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) menggunakan dua bus listrik VKTR 8 meter untuk mendukung mobilitas kampus yang lebih nyaman, efisien, dan berkelanjutan.
Gunung Ile Lewotolok di Lembata, NTT, erupsi dua kali. Kolom abu mencapai 600 meter dan warga diminta menjauhi sejumlah zona bahaya.
MK mengucapkan putusan atau ketetapan empat permohonan uji materiil UU pada Senin, termasuk soal APBN, ITE, Polri, dan KUHAP.
Klasemen Liga Inggris 2026/2027 setelah pekan ketiga. Man City memimpin dengan 9 poin, Arsenal kedua, sedangkan MU berada di posisi ke-11.
Kebakaran kawasan pasar di Kampung Bapouda, Paniai Timur, menewaskan 11 orang. Polisi menyelidiki penyebab kebakaran yang menghanguskan 40 bangunan.
Sebanyak 219 kafilah dari 14 kemantren mengikuti STQH Kota Jogja 2026. Hasto mendorong penguatan pembinaan keagamaan secara berkelanjutan.