Advertisement
Sleman Perkirakan Dana Desa 2026 Hanya Rp350 Juta per Kalurahan
Dana Desa. / Ilustrasi Antara
Advertisement
Harianjogja.com, SLEMAN—Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kalurahan (PMK) Kabupaten Sleman memperkirakan alokasi Dana Desa (DD) 2026 bakal menyusut signifikan. Berdasarkan surat edaran awal dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu), rata-rata tiap kalurahan diperkirakan hanya menerima sekitar Rp350 juta.
Sekretaris Dinas PMK Sleman, Alhalik, menjelaskan Kemenkeu memang belum mengeluarkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) yang menjadi dasar resmi besaran DD 2026. Namun, surat edaran yang telah diterima daerah berisi gambaran awal distribusi anggaran.
Advertisement
“Informasi awal DD 2026 di Sleman sekitar Rp330 juta hingga Rp370 juta tiap kalurahan. Kepastiannya berapa, kami masih menunggu Peraturan Menteri Keuangan,” ujar Alhalik saat dihubungi, Jumat (9/1/2026).
Kepala Dinas PMK Sleman, R. Budi Pramono, menambahkan angka-angka DD yang beredar di sejumlah daerah luar DIY kemungkinan hanya estimasi awal untuk mempercepat proses penyusunan APBDes. Karena itu, pemerintah kalurahan diminta tetap menunggu regulasi final dari Kemenkeu.
BACA JUGA
Jika prediksi penurunan benar terjadi, Budi mendorong pemerintah kalurahan meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PAD) untuk menopang kebutuhan belanja.
Lurah Triharjo, Irawan, mengungkapkan PAD Kalurahan Triharjo pada 2025 sebesar Rp87 juta. Sementara belanja mencapai Rp111,95 juta sehingga terjadi defisit Rp24,95 juta.
Irawan menyebut PAD digunakan untuk penyelenggaraan pemerintahan desa, pembinaan kelembagaan, pendidikan, hingga pengembangan budaya. “PAD paling banyak terserap untuk bidang pembinaan kemasyarakatan, yakni Rp86,75 juta,” jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Destinasi Favorit Terbaru di Sleman, Tebing Breksi Geser HeHa Forest
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement




