Setiap Wisatawan di Gunungkidul Tinggalkan 7 Ons Sampah

25 Februari 2018 12:20 WIB Herlambang Jati Kusumo Gunungkidul Share :

Kesadaran atau budaya masyarakat untuk menyikapi permasalahan sampah, mesti ditingkatkan

 

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL--Kesadaran atau budaya masyarakat untuk menyikapi permasalahan sampah, mesti ditingkatkan. Terutama dalam pemilahan sampah, dan pengelolaannya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Gunungkidul, Agus Priyanto mengatakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) melalui DLH terus berupaya mengedukasi masyarakat terkait pengelolaan sampah, sehingga menjadi sesuatu yang bernilai ekonomis.

"Diharapkan nantinya masyarakat sadar bahwa sampah berguna, kedepannya dengan membentuk komunitas-komunitas kecil, penggerak bank sampah. Harapannya 144 Desa atau bank sampah semuanya ada," ujarnya saat peringatan hari peduli sampah nasional di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Wukirsari, Baleharjo, Jumat (23/2/2018).

Dia juga mengatakan akan meningkatkan standar TPA Wukirsari sehingga menjadi lebih baik lagi. Semakin berkembangnya objek wisata juga menjadi perhatian DLH, terkait pengelolaan sampahnya.

Setidaknya setiap wisatawan yang datang menyumbang 0,7 kilogram (kg) atau 7 ons sampah. Sedangkan saat ini yang masih menjadi kendala pengelolaan sampah itu keterbatasan SDM kebersihan yang ada di kawasan wisata, terutama dikawasan pantai, hanya ada 22 orang.

Beberapa opsi akan diberlakukan menurut Agus, yang pertama dengan membangun TPA dikawasan selatan, atau membuat bank sampah dengan menggandeng komunitas.

Wakil Bupati Gunungkidul, Immawan Wahyudi mengatakan kebersihan di kawasan wisata, mutlak dilakukan. "Daerah biasa saja, kebersihan itu wajib. Untuk kawasan wisata kebersihan absolut. Sehingga hal itu perlu dukungan seluruh elemen masyarakat," ujarnya.

Dia mengatakan kebiasaan terkait pengelolaan sampah harus ditanamkan terus menerus, dan dipraktekan tidak cukup hanya dengan pidato saja.

Permasalahan sampah dilapangan baik diperkotaan maupun pantai harus segera ditangani dengan memperhatikan berbagai hal. Mulai dari tempat, peralatan, dan juga SDM untuk menangani problem sampah itu, harus dipersiapkan dengan baik menurutnya.

Dia mengajak masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya, karena dirasa saat ini masih banyak masyarakat yang membuang sampah sembarang. Dikhawatirkan hal tersebut semakin tidak terkendali dan menyebabkan bencana.

"Sayangi bumi, bersihkan dari smapah. Komponen harus paham semua, dengan aksi nyata, memilah, memilih dan memanfaatkan sampah rumah tangga akan menjadi teladan yang baik, untuk menciptakan lingkungan hidup yang nyaman, sehat dan berkualitas," ujarnya.