Keluarga Bantah Asta Meninggal karena Kelelahan Main Game, Begini Penjelasannya

26 Februari 2018 16:55 WIB Herlambang Jati Kusumo Gunungkidul Share :

Kesedihan mendalam nampak jelas pada pasangan Yahya Maulana dan Atik, pasca anaknya, Asta Mullah Yahman,14 meninggal

 
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL- Kesedihan mendalam nampak jelas pada pasangan Yahya Maulana dan Atik, pasca anaknya, Asta Mullah Yahman,14 meninggal secara mendadak, Jumat (23/2/2018) pagi. Sebelumnya, anak lelaki tersebut mengeluhkan rasa sakit disekitaran mata.

Baca juga : http://m.harianjogja.com/?p=897568">Seorang Remaja di Gunungkidul Meninggal, Diduga Kelelahan Maen Game di Ponsel

Jumat pagi itu, nampak seperti hari biasa bagi Yahya Maulana. Seperti biasa dipagi hari dia membangunkan anak-anaknya untuk bersiap-siap untuk menjalankan ibadah salat, maupun bersiap untuk berangkat ke sekolah.

Saat Yahya membangunkan anak lelakinya, Asta Mullah Yahman, tidak seperti biasanya, Asta mengeluhkan rasa sakit di sekitaran mata kirinya.

Mendengar anaknya mengeluh seperti itu, Yahya akhirnya menjanjikan kepada anaknya tersebut untuk pergi ke Rumah Sakit atau dokter, untuk memeriksakan, setelah mengantar adik Asta pergi sekolah.

"Setelah saya bangunkan itu ya pertama memang masih gulung-gulung, setelah dibangunkan yang ke dua sekitar pukul 06.00 WIB, dia bangun dan mengeluhkan sakit. Disitu dia ditemani ibunya sudahan, dielus-elus. Saya bilang mau mengantar sekolah adeknya dulu lalu langsung periksa," ujarnya.

Namun takdir berkata lain, kurang dari 30 menit setelah Yahya mengantar anak keduanya, Nabila, yang duduk dibangku Sekolah Dasar, nyawa anak pertamanya, Asta sudah tidak tertolong. Setelah mengeluh sakit tersebut Asta kembali tidur sudah menghadap barat.

Melihat hal itu Yahya memastikan anaknya sudah meninggal dengan membawa anaknya ke Rumah Sakit, namun dia mengatakan tidak ada pemeriksaan mendalam apa penyebab meninggalnya anaknya tersebut.

"Karena tidak untuk penelitian, atau korban tindak kriminal menurut saya tidak perlu, dan segera dimakamkan, karena hari Jumat itu," ujarnya.

Yahya benar-benar tidak menduga kejadian tersebut, karena dihari-hari sebelumnya, Asta masih beraktivitas normal seperti biasa. Anak lelakinya itu juga dinilai tidak pernah mengidap penyakit yang parah.

Interaksi dengan teman-temannya pun tergolong baik, Asta dikenal sebagai sosok pendiam, dan tidak pernah berbuat aneh-aneh di sekolahnya.

Yahya menyayangkan sejumlah media yang memberitakan tentang meninggal anaknya itu tanpa konfirmasi dengan dirinya, dengan informasi yang tidak benar.

Dia menampik bahwa Asta seorang pecandu game, dan meninggalnya Asta disebabkan oleh radiasi, dari telepon genggamnya.

Dalam bermain game, Asta dinilai masih dalam taraf yang wajar. Terkait penyakit epilepsi yang sempat muncul di pemberitaan, juga dinilainya tidak benar.

Dia mengatakan benar-benar tidak menduga, dan tidak mengetahui apa penyebab anaknya meninggal tersebut. Kini Yahya hanya bisa pasrah melepas kepergian anaknya itu.

Ibu dari Asta, Atik nampak masih menyimpan kesedihan mendalam, dengan tidak banyak berbicara, dan hanya diam dengan matanya yang masih berkaca-kaca.