Gagal Berangkat Umrah, Ratusan Jemaah Abu Tour Mengadu ke Ombudsman

02 Maret 2018 18:40 WIB Ujang Hasanudin Jogja Share :

Merasa ditipu, jemaah umrah mengadu ke ombudsman.

Harianjogja.com, JOGJA--Puluhan jemaah calon umrah mendatangi Lembaga Ombudsman DIY di Jalan Tentara Pelajar, Jumat (2/3/2018). Mereka mengadukan PT Amanah Bersama Ummat (ABU) Tour, sebagai, penyelenggara perjalanan ibadah umrah (PPIU) yang tidak kunjung memberangkatkan mereka ke tanah suci.

Sekitar 21 jemaah calon umrah ini beberapa di antaranya mewakili jemaah lainnya. Totalnya ada sekitar 400an jemaah PT Abu Tour Cabang Jogja untuk keberangkatan Januari-Februari tahun ini, namun belum juga diberangkatkan.

Sebagian besar dari mereka adalah jemaah program promo yang membayar Rp16,5 juta. Namun ada juga jemaah reguler yang membayar Rp21 juta yang gagal berangkat. "Saya daftar lima orang satu keluarga sudah membayar lunas program promo," ujar Sartono, salah satu jemaah, seusai mengadu di Kantor Ombudsman DIY, Jumat.

Warga Magelang, Jawa Tengah itu ikut promo di pada April 2017 lalu. Setelah membayar lunas ia dijanjikan berangkat pada 18 Januari 2018. Bahkan sudah mengikuti manasik umrah pada 6 Januari lalu. Namun faktanya 18 Januari tidak diberangkatkan.

Pihaknya sempat menanyakan kepastian pemberangkatan dan dijanjikan 10 Februari 2018. Namun lagi-lagi janji tersebut tidak terealisasi. Setelah itu sempat ada pertemuan dengan perwakilan Abu Tour yang meminta semua jemaah promo yang ingin diberangkatkan agar menambah biaya sebesar Rp7 juta per orang.

Jemaah banyak yang setuju untuk menambah Rp7 juta. Namun pihak Abu Tour mensyaratkan ditambah mengajak dua orang calon jemaah untuk bergabung dengan biaya R21 juta per orang, "Kami tidak mau, itu artinya kan kami berangkat tapi mengorbankan orang yang kami ajak karena biayanya untuk menutupi keberangkatan," ujar Sartono.

Ia menyayangkan sikap Abu Tour yang tidak bertanggung jawab. Padahal banyak jemaah yang sudah mempersiapkan keberangkatan sejak tiga bulan sebelum tanggal keberangkatan yang dijanjikan. Bahkan ada yang sudah mengambil cuti kerja.
Harianjogja.com mencoba mendatangi kantor Cabang Abu Tour di Jalan Magelang. Namun kantor berupa rumah toko berwarna merah itu tutup. Pintu rolling door digembok.

Ketua Lembaga Ombudsman DIY, Suryawan Raharjo mengatakan baru mendalami aduan. Namun dari sejumlah aduan ia menduga ada pelanggaran etika perusahaan.

Kendati demikian, ada beberapa jemaah yang mendapat maklumat terkait penjadwalan ulang yang diperoleh sari situs web Abu Tour. Pihaknya akan memediasi keluhan jemaah tersebut dengan pihak Abu Tour. "Kalau nanti pengelola Abu Tour sulit kami konfirmasi dan kantor sudah tutup, maka itu sudah terindikasi ada iktikad tidak baik," kata Suryawan.