Begini Keseruan Peringatan Serangan Umum 1 Maret

05 Maret 2018 13:40 WIB I Ketut Sawitra Mustika Jogja Share :

Ada Panser Anoa dalam Parade Juang Serangan Umum 1 Maret.

Harianjogja.com, JOGJA--Untuk memperingati Serangan Umum 1 Maret 1949, digelar aksi teatrikal dan Parade Juang di sepanjang Jalan Malioboro dan area Benteng Vredeburg, Minggu (4/3/2018). Diharapkan dengan adanya kegiatan tersebut, masyarakat bisa semakin memaknai nilai-nilai peristiwa yang termasyhur itu.

Aksi teatrikal Serangan Umum 1 Maret digelar mulai pukul 08.00 WIB hingga Pukul 09.00 WIB di halaman parkir dan pintu gerbang Benteng Vredeburg dengan melibatkan sekitar 200 pegiat sejarah. Adapun Parade Juang dilaksanakan di sepanjang Jalan Malioboro. Ada 20 kelompok kesenian yang terlibat. Selain itu, dalam parade ada juga panser Anoa, tank AMX, pasukan berkuda, drumband Akmil dan lain lain.

Ketua Komunitas Djokjakarta 1945 Eko Isdianto mengatakan, mengatakan peringatan Serangan Umum 1 Maret tahun ini agak berbeda dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Pada masa lalu, biasanya hanya dilaksanakan aksi teatrikal saja, tapi tahun ini ada tambahan berupa Parade Juang.

Serangan Umum 1 Maret 1949 dipimpin oleh Letkol Suharto, yang saat itu menjabat Komandan Brigade 10/Wehkreise III. Di bawah komandonya, tepat pada pukul 06.00 WIB, gerilyawan Indonesia menyerbu Kota Jogja yang saat itu diduduki Belanda. Serangan kilat dan mendadak itu mampu membuat serdadu Belanda kocar-kacir.  Setelah berhasil menguasai Kota Jogja selama enam jam, pasukan pun mundur teratur ke daerah pedalaman.

Serangan yang konon diinisiasi oleh Sri Sultan HB IX ini punya peran penting dalam perjalanan bangsa Indonesia. Serbuan itu menunjukkan kepada dunia bawah TNI dan Republik Indonesia masih memiliki kekuatan saat Belanda mengklaim sebaliknya. Serangan Umum 1 Maret turut menambah amunisi Indonesia dalam perjuangan diplomasi.

"Kami berharap peristiwa ini bisa dirayakan secara nasional. Supaya semakin banyak orang yang bisa memaknai nilai-nilai Serangan Umum 1 Maret. Peristiwa ini sangat penting karena menunjukkan Republik Indonesia masih ada saat itu," ucap Eko.

Christi, salah satu wisatawan yang hadir pada acara itu, mengaku sangat senang bisa menyaksikan aksi Teatrikal dan Parade Juang Serangan Umum 1 Maret. Sebab, selain bisa menambah wawasan di bidang sejarah, ia bisa melihat banyak kesenian baru yang belum pernah dilihat sebelumnya.

"Acaranya meriah. Soalnya yang ikut pawai juga banyak. Di sini aku bisa melihat banyak kesenian baru," jelasnya.