Ini yang Memicu Penjualan Televisi di Jogja Tinggi

05 Maret 2018 22:55 WIB Salsabila Annisa Azmi Jogja Share :

Penjualan audiovisual memimpin jumlah penjualan elektronik di toko elektronik A Takrib.

Harianjogja.com, JOGJA – Penjualan audiovisual memimpin jumlah penjualan di toko elektronik A Takrib. Dari kelompok audiovisual, unit televisi memimpin dengan jumlah penjualan terbesar.

Dari data yang dihimpun di tiga cabang, sebanyak 4500 unit televisi terjual pada Desember 2017 sedangkan pada Januari 2017 terjual sebanyak 3000 unit.

Supervisor A Takrib Cabang Kyai Mojo, Yudi Abdilan, mengatakan penjualan televisi terus meningkat seiring dengan menjamurnya homestay di Kota Jogja. Biasanya pemilik homestay melakukan pembelian sekali dalam jumlah unit yang besar.

“Biasanya penjualan meningkat di akhir tahun karena instansi sedang banyak proyek, perorangan sedang menghabiskan anggaran. Kalau awal tahun kembali menurun, karena orang-orang sudah masuk tahap budgeting lagi,” kata Yudi saat ditemui Harianjogja.com, Sabtu (3/3/2018).

Yudi mengatakan sekali melakukan pengadaan stok, A Takrib bisa memesan 500 sampai 600 unit televisi untuk satu merk. A Takrib sendiri menjual berbagai macam merek televisi seperti Samsung, Sharp, Sony, LG, Panasonic, Toshiba, TVMI, TCL, Koka, Aqua dan Sony. Berdasarkan data yang dihimpun, televisi jenis digital television dan smart TV paling diminati oleh konsumen.

Yudi mengakui menjual televisi harus selalu dilakukan pembaruan stok. Hal tersebut disebabkan karena televisi paling cepat mengalami perkembangan produk. Meskipun begitu sebagai penyedia elektronik, dibutuhkan strategi untuk penyediaan stok.

“Tidak bisa sembarangan nambah stok produk terbaru, produk yang lama juga harus terjual dulu. Biasanya produk lama kalau sudah kelamaan tidak terjual kami adakan clean sale yang dibarengi dengan pameran produk kami,” kata Yudi.

Yudi mengatakan sekali mengadakan pameran, A Takrib ditarget Rp15 miliar. Biasanya pameran diadakan selama kurang lebih 10 hari.

Strategi penjualan televisi secara personal pun terus dilakukan A Takrib. Konsumen dianggap seperti teman atau keluarga. Ketika konsumen datang dan menyeleksi merek televisi sesuai dengan kebutuhan mereka, maka tim akan segera mengarahkan.

“Kami tanya dulu, kalau butuh televisi di ruang tamu, kira-kira punya anak tidak? Kalau punya anak, kami sarankan yang warnanya tidak terlalu tajam, karena itu bisa merusak mata,” kata Yudi.

Sementara itu, penjualan mesin cuci dan kulkas terpantau stabil. Biasanya kulkas akan mengalami kenaikan penjualan saat mendekati ramadan dan mesin cuci akan meningkat penjualannya saat musim hujan.

Lain dengan televisi, mesin cuci dan kulkas, penjualan AC terpantau semakin menurun setiap tahunnya. Yudi mengatakan tim marketing belum mengetahui penyebab penurunan penjualan tersebut.

“Seharusnya kalau dilihat dari cuaca Kota Jogja akhir-akhir ini, penjualan AC bisa meningkat, apalagi harga AC semakin murah karena teknologi eco friendly. Namun malah menurun setiap tahun,” kata Yudi.