Kasus Penyerangan Pelajar di Bantul Berakhir Damai, Proses Hukum Tetap Berjalan

06 Maret 2018 06:19 WIB Sekar Langit Nariswari Bantul Share :

Kasus kekerasan yang menimpa VH, pelajar salah satu SMP di Kasihan, Bantul berakhir dengan kesepakatan damai

 
Harianjogja.com, BANTUL-Kasus kekerasan yang menimpa VH, pelajar salah satu SMP di Kasihan, Bantul berakhir dengan kesepakatan damai. Namun, polisi masih belum menghentikan proses hukum yang berjalan atas kasus yang terjadi akhir bulan lalu.

Baca juga : http://m.harianjogjacom/?p=897567">Seorang Pelajar SMP Diserang 3 Orang saat Pulang Sekolah

Kompol Supardi, Kapolsek Kasihan menjelaskan jika sudah terjadi kesepakatan damai antara terduga pelaku dan korban yang melibatkan orang tua masing-masing. Hanya saja, kesepakatan tersebut tidak serta merta menghentikan penyidikan kasus yang terjadi di ruas Jl. Wates, Ngestiharjo ini.

"Belum saya hentikan, itu nanti tergantung pertimbangan dari penyidik kepolisian," terangnya kepada Harianjogja.com, Senin (5/3/2018).

Kompol Supardi menegaskan harus ada efek jera bagi terduga pelaku serta memberi pelajaran bagi yang lain. Hal ini menjadi komitmen pihaknya agar di kemudian hari kekerasan remaja yang menjurus pada tindakan kriminal ini tidak lagi bermunculan.

Meski demikian, polisi sendiri belum berhasil mendapatkan alat yang digunakan pelaku sata melukai VH, korbannya. Alat yang diakui pelaku merupakan sebuah ikat pinggang ini dipakai untuk menyabet korban yang mengenai bagian telinganya. Adapun, kasus ini menimpa korban sepulang sekolah di Jl. Wates, Ngestiharjo.

Kejadian ini bermula ketika ada seseorang yang mengelurkan kata-kata kasar dan hendak dikejar korban. Namun, kemudian pelaku datang dari belakang korban dan kemudian mengayunkan ikat pinggangnya sehingga menyebabkan luka dan terpaksa harus dijahit.