Advertisement
Bantul Kucurkan Rp22,3 M untuk BOP dan BOSDA PAUD
Ilustrasi sekolah PAUD. - Harian Jogja/Istimewa
Advertisement
Harianjogja.com, BANTUL— Pemerintah Kabupaten Bantul mengalokasikan lebih dari Rp22,3 miliar untuk mendukung layanan pendidikan anak usia dini pada 2025 melalui skema Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) dan Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA) bagi TK negeri. Dukungan anggaran ini diharapkan mampu memperkuat mutu pendidikan dan keberlangsungan operasional lembaga PAUD.
Kepala Bidang PAUD dan PNF Disdikpora Bantul, Supardi, menyampaikan bahwa BOP PAUD dari pemerintah pusat tahun ini mencapai Rp21.646.770.000. Dana tersebut disalurkan langsung ke rekening lembaga dengan besaran Rp630.000 per anak per tahun.
Advertisement
“BOP itu dari pusat, langsung masuk ke rekening satuan pendidikan. Biasanya cair awal tahun, sekitar Februari, dan berlaku untuk kebutuhan satu tahun penuh,” kata Supardi, Rabu (14/1/2025).
Selain BOP, Pemkab Bantul turut menyalurkan BOSDA PAUD sebesar Rp720 juta yang bersumber dari APBD. Besarannya tetap sama seperti tahun sebelumnya, yakni Rp600.000 per anak per tahun.
BACA JUGA
Ia menegaskan, baik BOP maupun BOSDA tidak diberikan dalam bentuk bantuan langsung kepada murid, tetapi digunakan untuk menopang aktivitas operasional lembaga PAUD. Penggunaannya mencakup kegiatan pembelajaran, pengadaan alat permainan edukatif (APE), buku ajar, hingga dukungan honorarium bagi tenaga pendidik yang kebutuhannya belum terpenuhi.
“Fokusnya untuk operasional satuan pendidikan. Mulai dari kegiatan belajar, sarana-prasarana, sampai honor pendidik,” jelasnya.
Saat ini di Bantul terdapat 18 TK negeri, masing-masing satu di setiap kapanewon, kecuali Kapanewon Kretek yang memiliki dua. Menurut Supardi, dana BOP dan BOSDA menjadi tulang punggung utama agar layanan PAUD tetap berjalan optimal di tengah tantangan kebutuhan operasional dan keterbatasan tenaga pendidik.
“Dana ini sangat penting agar PAUD tetap berdaya dan bisa memberikan layanan terbaik,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement





