Anak TK di Bantul Diajak Pakai Helm Sejak Dini

09 Maret 2018 16:20 WIB Sekar Langit Nariswari Bantul Share :

Pengunaan helm bagi anak-anak kini masih jarang didapati

Harianjogja.com, BANTUL-Pengenalan rambu lalu lintas dan penggunaan helm pada anak usia dini menjadi satu hal yang ditekankan dalam acara pada Kamis (8/3/2018). Terlebih lagi, pengunaan helm bagi anak-anak kini masih jarang didapati.

Sedikitnya 500 anak dari seluruh TK di Bantul hadir dalam acara yang digelar di Pendopo Parasamya Bantul itu. Berbagai perlombaan digelar namun satu hal yang paling menarik perhatian anak-anak usia dini itu adalah taman lalu lintas yang disediakan di bagian depan lokasi acara.

Diatur sedemikian rupa dengan karpet bergambar arus lalu lintas jalan, dilengkapi dengan beberapa miniatur lalu lintas, dan beberapa sepeda dan mobil-mobilan.

Acara yang bertajuk Bermain Bersama Polantas ini sebenarnya diadakan untuk memperingati Hari Ultah ke-38 Yayasan Kemala Bhayangkari.

Namun, AKP Imam Bukhori, Kasatlantas Polres Bantul mengatakan diselipkan pula edukasi soal keselamatan lalu lintas bagi pendidikan anak usia dini karena momennya bertepatan dengan penyelenggaraan Ops Keselamatan Progo 2018.

Untuk praktik langsung, maka diilih dua anak dari perwakilan 39 TK tersebut untuk menjajal langsung taman lalu lintas portable yang disediakan.

“Harapannya mereka mengerti dan tertib berlalu lintas, malah mungkin bisa saja menegur orang tuanya ketika sedang dibonceng kendaraan,” terangnya kepada Harianjogja.com di sela-sela acara.

Dalam proses belajar di taman lalu lintas, anak-anak itu diajari untuk mengenakan helm lengkap dengan memasang talinya dengan pas agar melindungi kepalanya dengan sempurna.

Meski sebagain besar anak merasa penggunaan helm ini cenderung tidak nyaman, petugas yang hadir berusaha meyakinkan agar memakai pelindung kepala ini sebelum menjajal wahana tersebut. Kasatlantas mengetakan penggunaan helm memang belum menjadi suatu hal yang umum bagi anak-anak.

Aturan tertulisanya pun memang belum ada, namun ia menyarankan jika sebaiknya anak yang berusia minimal 3 tahun sudah memiliki helm dan menggunakannya saat berkendara.

Apalagi jika dalam kesehariannya, anak tersebut banyak berkendaraan sepeda motor. Hal ini jauh lebih baik untuk unsur keselamatan anak yang dimaksud. Selain itu, diajarkan pula cara menyeberang yang baik dan aman.

AKP Imam menerangkan sejumlah materi dasar tersebut saat ini paling relevan diajarkan pada anak-anak namun dampaknya dianggap akan besar karena menjadikan pribadi yang taat peraturan lalu lintas.

Upaya preventif, termasuk pada anak usia dini, menjadi perhatian utama dalam penyelenggaraan Ops Keselamatan 2018 ini. Apalagi, jumlah kecelakaan lalu lintas yang menimpa anak yang belum cukup umur cukup tinggi, mencapai 30%.

Hanya saja, polisi juga menerapkan tindakan represif bagi sejumlah pelanggaran seperti tidak mengenakan helm dan ketiadaan surat-surat. Sedangkan untuk teguran akan diberikan untuk pelanggaran ringan seperti berhenti di rambu lalu lintas.

Acara tersebut juga dihadiri oleh Ketua Yayasan Kemala Bhayangkari Polda DIY, Diana Dofiri. Wanita yang merupakan istri dari Kapolda DIY, Brigjen Pol Ahmad Dofiri ini juga menyempatkan diri memberikan contoh berkendara yang baik di taman lalu lintas tersebut.

Dengan ramah, ia juga mengajak salah satu anak untuk ikut membonceng kendaraan yang digunakannya. “Kalau naik sepeda motor jangan lupa pakai helm ya, berpegangan yang erat dengan orang tua,” ujarnya di hadapan anak-anak yang disaambut riuh rendah.

Menurutnya, masa anak-anak menjadi momen yang lebih mudah mengenalkan anak pada hal baru termasuk pula soal pengetahuan berlalu lintas dan keselamatan jalan.