Banyak Warga Gunungkidul Simpan Hasil Panen, Beras DIY Dijual Keluar Daerah

12 Maret 2018 21:20 WIB Salsabila Annisa Azmi Jogja Share :

Produksi panen padi DIY bulan Januari sampai Februari 2018 dipastikan surplus

Harianjogja.com, JOGJA - Produksi panen padi DIY bulan Januari sampai Februari 2018 dipastikan surplus. Hal tersebut berdasar perhitungan produksi panen DIY dibagi dengan kebutuhan pangan penduduk DIY perbulannya.

Kepala Seksi Produksi Tanaman Pangan Dinas Pertanian DIY, Anton Raharja, mengatakan pada 2017 DIY surplus produksi beras sebesar 480.000 ton. Anton mengatakan, berdasarkan data yang dikirim oleh BKPP DIY, kebutuhan pangan DIY berkisar di angka 93,4 kilogram per tahun per kapita. Sedangkan jumlah penduduk DIY berkisar 3.679.200 orang.

"Kira-kira setahun kebutuhan pangan DIY 343.000 ton. Maka per bulannya 28.636 ton. Bulan Januari sampai Februari masih surplus," kata Anton, Senin (12/3/2018).

Anton mengatakan hal tersebut berdasarkan produksi beras Bulan Januari sebesar 55.031 ton dan Februari sebesar 105.364 ton. Lebih jauh, surplus produksi beras DIY pada Januari sekitar 27.000 ton dan Februari surplus produksi padi sebesar 77.000 ton.

Anton mengatakan pada Bulan Januari-Februari, Gunungkidul paling banyak memproduksi beras dari hasil panen. Hal tersebut disebabkan karena sebagian besar lahan adalah lahan kering.

Diprediksi pada Maret sampai April, dominasi panen akan ada di Sleman dan Kulonprogo. "Kalau Bantul sudah panen besar pada Februari," kata Anton.

Meskipun surplus, banyak stok beras yang tidak beredar di wilayah selain Gunungkidul. Hal tersebut karena perilaku masyarakat Gunungkidul yang cenderung menyimpan hasil panen di rumah masing-masing. "Tetapi memang DIY selalu surplus beras dari tahun ke tahun, hingga mendistribusikan ke luar DIY," kata Anton.