Penipu Penerimaan Mahasiswa Baru Mulai Berkeliaran

13 Maret 2018 20:40 WIB Sunartono Sleman Share :

Penipu catut pimpinan UII, minta Rp39 juta.

Harianjogja.com, SLEMAN-- Sejumlah orang tidak bertanggungjawab mulai memanfaatkan momentum Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Universitas Islam Indonesia (UII) dengan mencatut pimpinan perguruan tinggi tersebut dengan meminta sejumlah uang. Pihak UII memastikan, segala bentuk proses seleksi PMB dilakukan secara transparan tanpa dipungut biaya. Jika ada proses PMB tidak sesuai ketentuan, hal itu merupakan tindakan orang tidak bertanggungjawab alias penipuan.

Pelaku penipuan menyasar pelajar SMA yang akan mendaftar ke perguruan tinggi. Salah satunya mencatur pimpinan UII dengan meminta transfer uang Rp39 juga sebagai syarat untuk dibantu bisa diterima UII. Saat dimintai konfirmasi Direktur Humas UII Karina Utami Dewi membenarkan adanya laporan tersebut. Beberapa laporan bahkan mencatut nama Wakil Rektor I UII Ilya Fahar Maharika.

"Ya [pelaku meminta uang Rp39 juta] sudah ada beberapa kami temukan laporan mencatut nama Pak Ilya [Fajar Maharika]," ungkapnya, Selasa (13/3/2018).

Karina mengatakan, pihaknya belum fokus melakukan pendataan terhadap jumlah laporan. Akantetapi, ia memastikan jumlah pelapor sudah lebih dari satu. Sehingga saat ini pihaknya berupaya melakukan komunikasi dengan kepolisian untuk melakukan tindakan upaya penipuan tersebut. "Kami belu. fokus di jumlah laporan, pada dasarnya semua laporan yg masuk ditindaklanjuti dan saat ini fokus UII adalah intensifikasi komunikasi dengan pihak berwajib," tegasnya.

Ketua PMB UII Arief Rachman menegaskan, proses Seleksi dan registrasi PMB UII tidak pernah diberitahukan melalui ponsel, apalagi mengatasnamakan pimpinan dengan meminta transaksi keuangan dengan tujuan nomor rekening atas nama pribadi. Pembayaran pendaftaran dan registrasi calon mahasiswa baru UII tidak melalui nomor rekening. Guna menindaklanjuti adanya laporan penipuan terhadap calon mahasiswa yang mengatasnamakan pimpinan UII atau Panitia PMB UII, pihaknya telah membentuk tim investigasi bekerja sama dengan kepolisian.

"UII mendorong semua pihak yang menemukan indikasi penipuan ini untuk melaporkan kepada pihak Kepolisian. Kami menilai upaya atau cara yang dilakukan oleh oknum tersebut telah menciderai muruah dunia pendidikan," tegasnya.

Calon pendaftar, lanjutnya, harus mengetahui bentuk penipuan antara lain, jika ada pihak yang menghubungi melalui ponsel dengan mengaku mendapatkan jatah kepengurusan rektor, memiliki kuota kursi bagi mahasiswa baru dan mengaku mendapatkan tempat, menggantikan calon mahasiswa yang melakukan undur diri. Selain itu, kata dia, bentuk penipuan lain seperti, menawarkan penelepon bisa membantu meluluskan sebagai calon mahasiswa baru ke UII.

"Seperti minta melakukan transfer ke nomor rekening tertentu baik sebelum ataupun setelah dinyatakan diterima, lalu menyampaikan surat keputusan rektor palsu dan menginformasikan pembayaran
registrasi pertama dapat diangsur sesuai dengan kemampuan. Nah itu semua modus penipuan," tegasnya.