Ratusan Pemuda Kota Magelang Dibekali Jadi Penggerak Potensi Daerah
Sebanyak 197 pemuda dari 17 kelurahan di Kota Magelang dibekali menjadi Local Champion untuk mengembangkan wisata, budaya, dan ekonomi kreatif.
PT Bank Pembangunan Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta (Bank BPD DIY) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST)
Harianjogja.com, JOGJA- PT Bank Pembangunan Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta (Bank BPD DIY) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Royal Ambarrukmo Hotel pada Jum’at (16/3/2018).
RUPST Bank BPD DIY dihadiri oleh seluruh pemegang saham yang terdiri dari Pemerintah Daerah DIY yang dihadiri langsung oleh Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, Pemerintah Kota Yogyakarta diwakili oleh Walikota Yogyakarta, Haryadi Suyuti, Pemerintah Kabupaten Sleman diwakili oleh Bupati Sleman, Sri Purnomo, Pemerintah Kabupaten Bantul diwakili oleh Bupati Bantul, Suharsono, Pemerintah Kabupaten Gunungkidul diwakili oleh Bupati Gunungkidul, Hj. Badingah dan Pemerintah Kabupaten Kulonprogo yang diwakili oleh Wakil Bupati Kulonprogo, Sutedjo.
Dalam RUPST tersebut, agenda utama yang dibahas adalah laporan pertanggungjawaban Dewan Komisaris dan Direksi serta persetujuan neraca dan perhitungan laba/rugi untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2017.
Dalam laporannya, Direktur Utama Bank BPD DIY, Bambang Setiawan menyampaikan bahwa kinerja Bank BPD DIY selama tahun 2017 yang dilihat dari beberapa indikator menunjukan pertumbuhan kinerja yang baik.
Total aset Bank BPD DIY mencapai Rp10,69 triliun, jumlah tersebut naik 9,80% dibandingakan pada tahun 2016 sebesar Rp9,74 triliun. Sementara Dana Puhak Ketiga (DPK) tumbuh 9,55% dengan nilai Rp8,08 triliun dan penyaluran Kredit sebesar Rp6,57 triliun atau tumbuh 9,78% dibanding tahun 2016.
Dalam kurun waktu lima tahun terakhir ini pertumbuhan Bank BPD DIY mencapai 14% untuk aset, 12% untuk DPK, 14,50% untuk kredit dan 17% untuk laba. "Pertumbuhan Bank BPD DIY tahun 2017 lebih tinggi dibanding pertumbuhan perbankan nasional khusunya BPD kelompok BUKU 2,” papar Bambang.
Selain itu, pada akhir 2017 yang lalu Bank BPD DIY juga telah melalukan soft launching beberapa produk dan layanan baru yang berbasis digital seperti Bank BPD DIY Mobile, branchless banking (Laku Pandai), Cash Management System (CMS)/Internet Banking Korporasi dan aplikasi marketing terpadu BPD DIY Smart serta virtual mal jogjalapak.com yang menyediakan platform e-commerce bagi UMKM DIY.
Ia juga menyampaikan bahwa pada tahun 2017 perolehan Laba sebelum pajak tercapai 102,78% dari target yang tercatat sebesar Rp298,06 miliar. RUPS secara bulat menerima laporan pertanggungjawaban Dewan Komisaris dan Direksi untuk pengelolaan perseroan pada tahun buku 2017 dan memberikan pembebasan tanggungjawab atau acquit et decharge.
Selain itu, RUPS juga menetapkan penggunaan laba bersih setelah pajak untuk deviden dan cadangan umum sebesar Rp220,14 miliar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 197 pemuda dari 17 kelurahan di Kota Magelang dibekali menjadi Local Champion untuk mengembangkan wisata, budaya, dan ekonomi kreatif.
Sebanyak 11.129 peserta BPJS PBI Kulonprogo dinonaktifkan pada November 2026. Pemkab menyiapkan anggaran Rp19,8 miliar untuk jaminan kesehatan warga miskin.
Peserta KB aktif di Kota Jogja naik 9,54% hingga September 2026. Penggunaan MAL tumbuh 80,95% dibandingkan Desember 2025.
Puskesmas Girimulyo II Kulonprogo melayani hingga 150 pasien per hari saat imunisasi, tetapi masih menghadapi kekurangan tenaga kesehatan.
Donald Trump mengancam memveto inisiatif undang-undang Demokrat jika partai oposisi menguasai mayoritas Kongres AS.
Pemkab Kulonprogo menargetkan 1.554 kasus pertanahan tuntas pada 2029 demi kepastian hukum warga dan mendorong investasi.