Belanja Warga Lokal Jadi Penopang Ekonomi di Magelang
Meskipun situasi ekonomi nasional dan regional saat ini masih belum stabil, perekonomian di Kabupaten Magelang masih tertolong dengan belanja lokal
PT Bank Pembangunan Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta (Bank BPD DIY) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST)
Harianjogja.com, JOGJA- PT Bank Pembangunan Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta (Bank BPD DIY) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Royal Ambarrukmo Hotel pada Jum’at (16/3/2018).
RUPST Bank BPD DIY dihadiri oleh seluruh pemegang saham yang terdiri dari Pemerintah Daerah DIY yang dihadiri langsung oleh Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, Pemerintah Kota Yogyakarta diwakili oleh Walikota Yogyakarta, Haryadi Suyuti, Pemerintah Kabupaten Sleman diwakili oleh Bupati Sleman, Sri Purnomo, Pemerintah Kabupaten Bantul diwakili oleh Bupati Bantul, Suharsono, Pemerintah Kabupaten Gunungkidul diwakili oleh Bupati Gunungkidul, Hj. Badingah dan Pemerintah Kabupaten Kulonprogo yang diwakili oleh Wakil Bupati Kulonprogo, Sutedjo.
Dalam RUPST tersebut, agenda utama yang dibahas adalah laporan pertanggungjawaban Dewan Komisaris dan Direksi serta persetujuan neraca dan perhitungan laba/rugi untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2017.
Dalam laporannya, Direktur Utama Bank BPD DIY, Bambang Setiawan menyampaikan bahwa kinerja Bank BPD DIY selama tahun 2017 yang dilihat dari beberapa indikator menunjukan pertumbuhan kinerja yang baik.
Total aset Bank BPD DIY mencapai Rp10,69 triliun, jumlah tersebut naik 9,80% dibandingakan pada tahun 2016 sebesar Rp9,74 triliun. Sementara Dana Puhak Ketiga (DPK) tumbuh 9,55% dengan nilai Rp8,08 triliun dan penyaluran Kredit sebesar Rp6,57 triliun atau tumbuh 9,78% dibanding tahun 2016.
Dalam kurun waktu lima tahun terakhir ini pertumbuhan Bank BPD DIY mencapai 14% untuk aset, 12% untuk DPK, 14,50% untuk kredit dan 17% untuk laba. "Pertumbuhan Bank BPD DIY tahun 2017 lebih tinggi dibanding pertumbuhan perbankan nasional khusunya BPD kelompok BUKU 2,” papar Bambang.
Selain itu, pada akhir 2017 yang lalu Bank BPD DIY juga telah melalukan soft launching beberapa produk dan layanan baru yang berbasis digital seperti Bank BPD DIY Mobile, branchless banking (Laku Pandai), Cash Management System (CMS)/Internet Banking Korporasi dan aplikasi marketing terpadu BPD DIY Smart serta virtual mal jogjalapak.com yang menyediakan platform e-commerce bagi UMKM DIY.
Ia juga menyampaikan bahwa pada tahun 2017 perolehan Laba sebelum pajak tercapai 102,78% dari target yang tercatat sebesar Rp298,06 miliar. RUPS secara bulat menerima laporan pertanggungjawaban Dewan Komisaris dan Direksi untuk pengelolaan perseroan pada tahun buku 2017 dan memberikan pembebasan tanggungjawab atau acquit et decharge.
Selain itu, RUPS juga menetapkan penggunaan laba bersih setelah pajak untuk deviden dan cadangan umum sebesar Rp220,14 miliar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Meskipun situasi ekonomi nasional dan regional saat ini masih belum stabil, perekonomian di Kabupaten Magelang masih tertolong dengan belanja lokal
Menkeu Suahasil Nazara menegaskan gaji ASN tetap dibayarkan melalui transfer di tengah wacana penyaluran lewat Koperasi Merah Putih.
KPK menyita Rp250 juta dari PCNU Nias yang diduga berkaitan dengan politik uang Muktamar ke-35 NU dan penyidikan kasus ATR/BPN.
Cek jadwal perpanjangan SIM Kulonprogo 21 Oktober 2026 di MPP, lengkap dengan jadwal Satpas 1450, SIMENOR, SIM Keliling, dan syaratnya.
DPRD Kulonprogo mengawal perkembangan investasi di kawasan industri Sentolo sekaligus mendorong kelompok wanita tani memperkuat ekonomi lokal.
Bahlil Lahadalia menilai ketua umum parpol perlu melakukan tindakan nyata agar dilihat Generasi Z. Ia juga meminta kader Golkar mendengar aspirasi rakyat.