Embung Seluas 8.000 Meter Persegi Bakal Dibangun di Baturetno

20 Maret 2018 05:20 WIB Sekar Langit Nariswari Bantul Share :

Embung seluas 8.000 meter persegi sedianya bakal mulai dibangun pertengahan tahun ini di Wiyoro

 
Harianjogja.com, BANTUL-Embung seluas 8.000 meter persegi sedianya bakal mulai dibangun pertengahan tahun ini di Wiyoro, Baturetno, Banguntapan. Fasilitas ini juga bakal dilengkapi dengan taman bermain, trek joging, dan foodcourt sebagai ruang terbuka hijau.

Pembangunan embung tersebut akan sepenuhnya didanai oleh Badan Lingkungan Hidup (BLH) DIY dengan dana total hingga Rp2 miliar.

Sekretaris Desa, Muhammad Lu’ai Arminanto mengatakan pembangunannya digagas oleh perangkat desa yang kemudian diajukan ke BLH. Sedangkan pemerintah desa nantinya akan melengkapi embung tersebut dengan fasilitas ruang terbuka hijau.

"Rencana ke depan kami mau mengembangkan ruang terbuka hijau di embung itu," katanya kepada Harianjogja.com, Senin (19/3/2018).

Ruang terbuka hijau ini akan memiliki luasan hingga 19.000 meter, sebagaimana yang pengajuan izin yang dilakukan. Lahannya sendiri bakal menggunakan tanah kas desa yang terletak di pedukuhan Wiyoro Kidul itu.

Hanya saja, Muhammad menyebutkan jika dana Rp2 miliar itu baru sekedar untuk embung dan sekitarnya serta belum memenuhi kebutuhan dana secara menyeluruh. Karena itu, Pemerintah Desa Baturetno akan mengalokasikan sejumlah dana untuk melengkapi fasilitasnya pada APBDes 2019 mendatang.

Hanya saja, belum bisa diperkirakan jumlah alokasi dana yang akan diberikan karena masih menunggu embung tersebut berdiri. Muhammad memprediksi embung tersebut bisa baru bisa sepenuhnya difungsikan dalam beberapa waktu mendatang. Pasalnya, kebutuhan dananya cukup besar dan harus dialokasikan secara bertahap.

Adapun, embung ini sendiri akan difungsikan sebagai penampungan air hujan atau rain harvesting. Harapannya, ini bisa menjadi alternatif sumber air bersih bagi masyarakat sekitar.

Selain itu, keberadaan embung ini juga untuk mempertahankan kesediaan air di wilayah tersebut agar air hujan yang meresap ke tanah tidak langsung lari terbawa arus sungai, kata Muhammad.

Saat ini, pemerintah desa masih menyusun desain ruang terbuka hijau yang diinginkan. Sedangkan untuk pembangunan fisil embung baru akan dimulai pada pertengahan tahun ini.

Sopi Ariwibowo, Kasie Kesejahteraan Pemdes Baturetno menjelaskan tahap pertama adalah pengerukan lahan yang akan dijadikan embung tersebut. Proses tersebut diperkirakan setidaknya akan memakan dana hingga Rp2,2 miliar.