Tertib Arsip Persempit Celah Penyimpangan Anggaran
Pengelolaan arsip yang tertib dan autentik dinilai menjadi salah satu langkah penting untuk mempersempit celah penyimpangan anggaran di lingkungan pemerintahan
Rombongan Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Jogja melakukan inspeksi mendadak
Harianjogja.com, JOGJA- Rombongan Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Jogja melakukan inspeksi mendadak ke toko batik Adiluhung di Jalan Patangpuluhan, Wirobrajan, Kamis (22/3/2018) siang.
Namun sidak yang dilakukan bersama tim dari Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi (KUKM-Nakertrans) Kota Jogja, tak membuahkan hasil.
Anggota Dewan dan tim KUKM-Nakertrans dalam rangka pengecekan terkait laporan pelanggaran ketenagakerjaan itu tidak bisa masuk untuk mengecek bagian produksi, karena pemilik toko tidak berkenan. "Pemilik toko tidak kooperatif," kata Anggota Komisi D, Diani Anindiati.
Anin-sapaan akrabnya mengatakan sidak tersebut untuk membuktikan adanya laporan pelanggaran ketenagakerjaan karena membayar karyawannya tidak sesuai upah minimum kota (UMK). Selain itu, toko tersebut, kata dia, tidak memiliki izin usaha produksi. Padahal sudah memproduksi banyak batik.
Pemilik toko tidak memperkenalkan mereka masuk dengan alasan rumah tidak ada produksi batik di toko tersebut. Selain itu, pemilik toko juga mengaku tidak memiliki karyawan tetap kecuali hanya isteri dan anaknya yang menjalankan usaha tersebut, "Padahal ada banyak orang di bagian belakang," kata Anin.
Politikus Partai Golkar ini mengurungkan niatnya memaksa masuk ke dalam toko, karena Dinas KUKM-Nakertrans Jogja tidak memiliki kewenangan untuk menindak dugaan pelanggaran tersebut. Pihaknya juga tengah mengkaji kewenangan dalam pengawasan dugaan pelanggaran tersebut.
Diketahui kewenangan pengawasan ketenagakerjaan saat ini merupakan kewenangan provinsi setelah adanya Undang-undang No.23/2014 tentang Pemerintah Daerah. Dengan demikian kabupaten/ kota tidak lagi berwewenang mengawasi pelanggaran ketenagakerjaan.
Kepala Bidang Kesejahteraan Hubungan Industrial, Dinas KUKM-Nakertrans Kota Jogja, Rihari Wulandari menyatakan apa yang dilakukannya bersama Dewan bukan sidak, melainkan hanya peninjauan, sekaligus klarifikasi terkait laporan warga.
Berdasarkan pemilik toko, kata dia, ada 10 karyawan namun karyawan tersebut bukan karyawan tetap dan tidak memiliki waktu kerja yang mengikat, "Karena pekerjaannya di bawa ke rumah masing-masing dan menyetor hasilnya tanpa ada batas waktu," kata Rihari.
Menurut Rihari, berdasarkan Undang-undang Ketenagakerjaan, karyawan yang harus mendapat upah UMK adalah karyawan yang memiliki pekerjaan atas perintah perusahaan dengan jam kerja minimal 40 jam dalam sepekan.
Sementara itu, pemilik toko batik Adilihung, Subroto mengaku rumahnya bukan rumah produksi batik, melainkan hanya memasarkan hasil karya warga, sehingga tidak ada karyawan tetap, kecuali hanya dirinya bersama istri dan anaknya. "Semua proses produksi dikerjakan di luar, ini hanya semacam showroom," ucap Subroto.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pengelolaan arsip yang tertib dan autentik dinilai menjadi salah satu langkah penting untuk mempersempit celah penyimpangan anggaran di lingkungan pemerintahan
Pemkab Kulonprogo merotasi sejumlah pejabat dan mengisi jabatan kosong dengan mengoptimalkan manajemen talent pool ASN.
Maarten Paes menyebut suporter menjadi pemain ke-11 Timnas Indonesia saat bermain 10 orang melawan Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026.
Jadwal KSPN Jogja ke Gunungkidul Senin 29 September 2026 tersedia untuk rute Obelix Sea View dan Pantai Drini.
Kemenkop menjelaskan alasan manajer Kopdes Merah Putih tak selalu ditempatkan sesuai domisili dan mekanisme penempatannya.
Kejurda Esports DIY 2026 diikuti 209 atlet dan menjadi ajang penjaringan bibit untuk Porda 2027 serta PON 2028.