Status Anak Krakatau Turun Jadi Waspada, Radius 2 Km Terlarang
Status Gunung Anak Krakatau turun dari Siaga ke Waspada setelah aktivitas menurun. Radius 2 km dari pusat aktivitas masih terlarang.
Tercatat penderita penyakit ISPA di Sleman sebanyak 19.853 orang
Harianjogja.com, SLEMAN-Memasuki peralihan musim dari musim hujan ke musim kemarau, masyarakat rentan terserang penyakit Infeksi Saluran Pernafasan Atas (ISPA). Cuaca yang tidak menentu menyebabkan daya tahan tubuh menurun.
Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Sleman, sejak awal tahun sampai Jumat (23/3/2018) tercatat penderita penyakit ISPA di Sleman sebanyak 19.853 orang. Kecamatan Tempel merupakan kecamatan dengan penderita ISPA paling banyak yaitu 1.767 orang.
Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular, Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Sleman Dulzaini mengatakan, masyarakat rentan terkena penyakit ISPA karena daya tahan tubuh menurun. “Ketika masuk pancaroba seperti ini, hujan yang deras, terus kadang juga panas yang terik sekali akan membuat daya tahan tubuh menurun,” ujarnya, Jumat (23/3/2018).
Selain karena faktor cuaca, menurut Dulzaini, virus akan menyerang jika masyarakat tidak bisa menjaga kebersihan lingkungannya. “Ada juga dari faktor lingkungan, faktor alergi, dan bakteri, yang nanti akan memengaruhi kekebalan tubuh,” kata Dulzaini.
Menurutnya, penyebaran penyakit ISPA merata di tiap wilayah dan tidak ada wilayah tertentu yang terserang ISPA.“Kita mulai lakukan gerakan masyarakat sehat, masyarakat harus beraktivitas, minimal dalam satu hari 30 menit, makan buah dan sayur, secara fisik kekebalan tubuh akan terjaga,” ujar Dulzaini.
Sleman akan memasuki pancaroba dari awal Maret sampai akhir April. “Puncak musim hujan dari Januari sampai Februari sudah berakhir, setelah itu, masa peralihan musim hujan ke musim kemarau akan berlangsung dari Maret sampai April,” ujar Prakirawan Stasiun Klimatologi BMKG DIY Etik Setyaningrum.
Menurut Etik, ciri-ciri musim pancaroba yang mulai terasa dengan hujan deras di malam hari dan panas terik di siang hari membuat masyarakat harus menjaga kesehatan. “Kadang kala hujan yang deras diikuti dengan angin kencang, pohon bisa saja tumbang, membuat masyarakat harus berhati-hati,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Status Gunung Anak Krakatau turun dari Siaga ke Waspada setelah aktivitas menurun. Radius 2 km dari pusat aktivitas masih terlarang.
Simak jadwal lengkap KA Bandara YIA. Kereta beroperasi sejak dini hari hingga malam untuk mendukung mobilitas penumpang.
Jadwal lengkap KA Prameks Jogja–Kutoarjo dan sebaliknya Jumat 25 September 2026 berdasarkan data resmi KAI Access.
Cek jadwal KRL Jogja–Solo 25 September 2026 dari Tugu ke Palur. Simak jam keberangkatan lengkap dan imbauan penumpang.
Jadwal lengkap KRL Solo–Jogja 25 September 2026 dari Palur hingga Tugu. Simak jam keberangkatan terbaru dan imbauan KAI.
Harga mobil baru di AS mencapai sekitar US$50.000. Survei Cox Automotive menunjukkan 69% konsumen Gen Z mempertimbangkan merek China.