Advertisement
Petani Bawang Merah di Bantul Keluhkan Cuaca
Petani bawang merah. (Harian Jogja - David Kurniawan)
Advertisement
Harianjogja.com, BANTUL-Petani bawang merah di Desa Srigading, Sanden, Bantul mengeluhkan cuaca yang terus berubah-ubah pada akhir-akhir ini. Pasalnya, cuaca yang sering berubah membuat tanaman bawang merah tak berkembang dengan maksimal dan cenderung diserang hama.
Salah seorang petani, Muji Sutrisno mengatakan, kondisi cuaca yang tidak menentu berdampak buruk terhadap upaya penanaman bawang merah. Menurut dia, banyak tanaman yang terserang hama sehingga pertumbuhan menjadi terganggu.
Advertisement
“Contoh paling nyata adalah tanaman bawang merah menguning kemudian layu dan mati. Kalau terus dibiarkan akan mengganggu penanaman secara umum,” katanya kepada Harianjogja.com, Selasa (3/4/2018).
Menurut dia, untuk mencegah tanaman bawang terserang hama harus dilakukan pemupukan secara rutin. Dalam waktu tiga hari sekali, Muji mengakui memberikan pupuk agar bawang tumbuh dengan subur.
“Konsekuensi dari pemupukan ini, biaya yang dikeluarkan menjadi membengkak, apalagi obat yang digunakan berbeda-beda,” ungkapnya.
Ditambahkannya, guna mengantisipasi adanya kegagalan panen, petani melakukan inovasi dengan menerapkan pola tanam tumpang sari. Di sela-sela tanaman bawang merah yang kosong ditanami terong. Diharapkan dengan model penanaman ini dapat memberikan nilai tambah bagi petani.
“Mudah-mudahan bisa menambah penghasilan selain dari usaha penanaman bawang merah,” ujarnya.
Sebelumnya, para petani tidak bisa ikut menikmati naiknya harga karena tanaman bawang merah masih dalam masa tanam dan belum siap dipanen. Akibatnya, petani pun hanya bisa menunggu karena masa panen diperkirakan masih satu bulan lagi.
“Harapannya saat panen, harga bawang merah masih tinggi sehingga kami ikut merasakan hasilnya,” kata Muji.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Kedatangan Jenazah Prajurit TNI dari Lebanon Dikawal Puluhan Personel
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement






