Advertisement
100 Orang Mengenang Kembali Serbuan Kotabaru
Suasana Seminar Sejarah Mengenang Kembali Serbuan Kotabaru di Museum Sasmitaloka Panglima Besar Jenderal Sudirman, Rabu (11/4/2018). - Harian Jogja/Abdul Hamid Razak
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA-Sekitar seratus orang mengikuti Seminar Sejarah yang digelar Dinas Kebudayaan (Disbud) Kota Jogja, Rabu (11/4/2018) di Museum Sasmitaloka Panglima Besar Jenderal Sudirman. Seminar tersebut digelar untuk menggali dan mengingat kembali peristiwa Kotabaru.
Selain menghadirkan ahli sejarah dari Balai Pelestari Nilai Budaya DIY Darto Harnoko, pada seminar tersebut juga dihadirkan Sejarawan UNY Sardiman dan unsur TNI AD Letkol Caj. Aris Harliyadi.
Advertisement
"Kami hadirkan pelaku sejarah serbuan kotabaru yang saat ini masih hidup. Bapak Samdi. Beliau pelaku sejarah peristiwa serbuan Kotabaru ikut hadir," kata Kepala Seksi Sejarah Disbud Kota Jogja Tri Sotya Atmi, di sela-sela kegiatan.
Dia menjelaskan, masa penjajahan Belanda dan Jepang memiliki kisah perjuangan yang cukup menguras emosi, tenaga, dan pikiran. "Jepang turut menduduki Jogja. Adanya tentara Jepang yang menduduki wilayah Kotabaru melatarbelakangi para pejuang untuk melakukan serbuan," katanya kepada Harianjogja.com.
BACA JUGA
Serbuan para pejuang di Kotabaru saat itu menyebabkan 21 pejuang gugur. Selanjutnya, nama-nama pejuang tersebut dijadikan nama jalan. Seperti Faridan M Noto, I Dewa Nyoman Oka, dan Atmo Sukarto. Dari pihak Jepang ada 27 tentara yang tewas dan 360 tentara lainnya dimasukkan ke penjara Wirogunan.
"Kami mengangkat tema Mengenang Peristiwa Serbuan Kotabaru. Tema ini penting mengingat pentingnya peristiwa itu bagi rakyat Indonesia," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Bapanas-Bulog Percepat Bantuan Beras dan Minyak ke 33,2 Juta Warga
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Ini Jadwal KRL Solo-Jogja Akhir Pekan 28 Februari 2026
- Cek Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Jogja Hari Ini
- Hasil Sidang Disiplin, Mantan Kapolresta Sleman Diberi Sanksi Teguran
- Cuaca Tak Menentu, Gabah Petani Gunungkidul Dijemur di Dalam Rumah
- Jadwal SIM Keliling Bantul 28 Februari 2026, Cek Lokasi dan Jamnya
Advertisement
Advertisement






