Sekolah Rakyat Digenjot, Target 100.000 Siswa Kurang Mampu
Pemerintah targetkan 100.000 siswa kurang mampu masuk Sekolah Rakyat, program pendidikan gratis tanpa pungutan.
ILustrasi Kabupaten Layak Anak/JIBI
Harianjogja.com, SLEMAN—Sebagai upaya mewujudkan Sleman sebagai Kabupaten Layak Anak (KLA) melalui sektor pendidikan. Pemkab Sleman membentuk Sekolah Ramah Anak (SRA). Sampai saat ini sudah ada 70 sekolah di Sleman yang masuk sebagai pendampingan SRA.
"Pemkab telah membuat skala prioritas untuk sektor-sektor yang mempunyai dampak yang besar tehadap perkembangan anak, salah satu sektor yaitu pendidikan, dan upaya yang dilakukan yaitu dengan membangun Sekolah Ramah Anak," ujar Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB), Mafilindati Nuraini, Minggu (6/5/2018).
Menurut Linda, saat ini sudah ada 70 sekolah terdiri dari SD sederajat dan SMP sederajat di Sleman yang mendapat pendampingan untuk SRA. SD dan SMP yang ada di Sleman menurut Linda ada sekitar 700. Untuk tahun ini Dinas P3AP2KB berusaha untuk menambah lagi pendampingan di beberapa sekolah.
Linda mengatakan untuk menjadi sekolah ramah anak, ada beberapa persyaratan, diantaranya sekolah tersebut harus memiliki Komite Perlindungan anak, mengikuti pelatihan Konvensi Hak Anak, memiliki dokumen Kebijakan Perlindungan Anak.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan seluruh program dan capaian pembangunan di wilayahnya harus bermuara pada kesejahteraan rakyat
Ford akan pindahkan produksi Lincoln dari China ke AS mulai 2030. Tarif impor Nautilus 52,5% jadi pendorong utama. Langkah ini ikuti strategi GM dan perkuat man
Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, Yogyakarta dinilai memiliki modal kuat untuk tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga melahirkan talenta dan inovasi
OpenAI bagikan 3 cara ChatGPT Work bantu UMKM: susun prioritas mingguan, buat konten dari foto produk, dan analisis laporan penjualan. Mulai dari pekerjaan ruti
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mengapresiasi pertumbuhan kinerja PT Pegadaian (Persero) dalam Pidato Presiden RI pada Sidang Tahunan MPR RI