Advertisement
Aneh, Air Sumur Milik Warga Pengasih Ini Rasanya Asin, Padahal Sekitarnya Tidak
Tim UPT Laboratorium Kesehatan Kulonprogo sedang mengambil sampel air dari sumur milik Surono, Rabu (9/5/2018). - Harian Jogja/Uli Febriarni
Advertisement
Harianjogja.com, KULONPROGO-Air sumur milik Surono warga RT 27, Dusun Terbah, Desa Pengasih memiliki rasa asin yang samar. Kondisi tersebut berbeda dengan air sumur warga lain yang berada di wilayah setempat, dan membuat Surono cukup curiga.
Ia menuturkan, sumur sedalam sembilan meter itu sudah dibuat sejak 1994. Selama ini, air tersebut digunakan untuk konsumsi sehari-hari seperti mencuci, masak, minum dan mandi. Ia berpikir, air tersebut seperti memiliki kandungan garam.
Advertisement
Kendati demikian, tidak terlihat efek apapun pada tubuhnya dan keluarga setelah menggunakan air tersebut. Ia menjelaskan, air sumur selama ini terlihat jernih dan tidak berbau, saat kemarau air tetap melimpah. Namun ia berinisiatif menghubungi Unit Pelaksana Teknis Laboratorium Kesehatan Kulonprogo setelah mendapat masukan dari warga dan rekannya.
"Saya pikir kok bisa rasanya seperti itu. Saya hanya ingin tahu masalahnya apa," terangnya, Rabu (9/5/2018).
BACA JUGA
Kepala Unit Pelaksana Teknis Laboratorium Kesehatan Kulonprogo, Tantya Isumantri mengatakan, pada hari yang sama mereka langsung mengambil sampel air dari sumur menggunakan botol khusus yang sudah disterilisasi. Sampel akan diuji untuk mengetahui kesesuaian komposisi kandungan bakteri kimia terbatas dibanding dengan syarat baku mutu air bersih dan ambang batas kandungan yang diperbolehkan.
Dari pantauan sementara di lapangan, menurut dia, sumur milik Surono masih jauh dari sumber cemar, misalnya peresapan limbah kotoran atau septictank, sungai maupun kandang ternak.
"Tapi bibir sumur tidak ada tutupnya, sehingga memungkinkan ada daun jatuh atau unsur lain yang masuk ke dalam sumur, terurai mikroba dan membuat air sumur memiliki rasa tertentu," paparnya.
Ia menjelaskan, perkara rasa yang dimiliki oleh air sesungguhnya juga bergantung pada organoleptik [indra atau sensori] masing-masing orang. Hal itu yang membuat uji laboratorium semakin penting dilakukan.
Tantya mengaku belum pernah menemui kasus serupa. Namun ia berharap masyarakat bisa memastikan sumber air minum mereka aman dikonsumsi. Bila ada yang terlihat tidak biasa dari air yang dikonsumsi, bisa menghubungi UPT Laboratorium Kesehatan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Cuaca Jogja 4 April 2026 Didominasi Hujan, Ini Rinciannya
- Biaya Hidup di Jogja 2026, Hitungan Versi BPS dan Perkiraan Riil
- Pemadaman Listrik di Bantul 4 April 2026, Cek Wilayah Terdampak
- Pacuan Kuda Bantul Makin Meriah STY dan Es Krim Jadi Magnet
- SIM Keliling Jogja Dibuka di Alun-Alun Kidul, Cek Jadwalnya
Advertisement
Advertisement









