Kemarau Panjang 2026, PDAM Sleman Pastikan Pasokan Air Tetap Aman
Kemarau panjang 2026 mulai menurunkan debit air di sejumlah wilayah Sleman. PDAM Tirta Sembada memastikan distribusi air ke 45.993 pelanggan tetap stabil.
Ilustrasi embung./Antara
Harianjogja.com, JOGJA- Proses lelang pembangunan embung Wanagama di Playen Gunungkidul dipersoalkan warga. Pasalnya, hingga pertengahan Mei ini, lelang yang dibuka sejak akhir Februari lalu belum ditentukan pemenangnya.
Warga Banaran Playen Gunungkidul, Dadang Iskandar mengatakan lelang pembangunan embung tersebut dilakukan oleh Balai Besar Wilayah Serayu Opak (BBWSO) melalui Kementerian PU. Pembangunan Embung Wanagama dianggarkan Rp13,8 M dan ditarget selesai tahun ini. "Peserta lelang sudah belasan kontraktor. Sebagian berasal dari DIY, tapi tiga bulan dibuka sampai saat ini belum ada kejelasan," katanya kepada wartawan di Jogja, Selasa (15/5/2018).
Menurutnya pekerjaan pembuatan embung bukan perkara yang mudah karena harus memulai dari awal dan target akhir tahun penyelesaian dinilai tidak akan terealisasi. Ditambah lagi akhir tahun biasanya sering terjadi hujan yang bisa mengganggu proses pembangunan.
Apalagi sesuai kontrak, pengerjaan embung tersebut maksimal tujuh bulan. Jika pemenang lelang ditentukan pada Juni bisa jadi proyek tersebut selesai pada akhir Desember. "Kalau itu yang terjadi ini rawan denda, putus kontrak atau pembangunannya tidak beres," katanya.
Lambatnya penentuan pemenang lelang tersebut juga dikawatirkan memunculkan kolusi dan nepotisme. Sebab, dari belasan kontraktor lokal ada juga perusahaan dari Jakarta. Secara pribadi Dadang berharap yang menjadi pemenangnya adalah kontraktor lokal. Alasannya lebih mudah dalam pengawasan dan kontrolnya kalau kontaktor lokal. "Kalau ada titipan pesanan kemudian dimenangkan ini jelas nanti bisa tidak objektif. Padahal banyak kontraktor DIY yang punya trackrecord yang baik," katanya.
Dikonfirmasi terpisah Ketua Kelompok kerja Unit Layanan Pengadaan (ULP) embung Wanagama Modesta Tambiayuk mengatakan saat ini masih proses klarifikasi data dari kontraktor yang masuk. "Kemungkinan minggu ini sudah bisa ditentukan pemenangnya. Sedikit lagi, kalau sudah ada hasilnya kami umumkan," ujar dia.
Terkait dengan aspirasi supaya memenangkan kontraktor lokal, Modesta mengaku tidak bisa memastikan siapa pemenangnya. Menurutnya, penentuan pemenang harus sesuai dengan penawaran yang dimasukkan. "Bukan tidak mungkin kontraktor lokal Jogja yang terpilih. Kalau sesuai ya bisa saja terpilih," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kemarau panjang 2026 mulai menurunkan debit air di sejumlah wilayah Sleman. PDAM Tirta Sembada memastikan distribusi air ke 45.993 pelanggan tetap stabil.
Populasi lansia Jepang mencapai rekor 29,6 persen atau 36,24 juta jiwa, tertinggi di antara negara berpenduduk lebih dari 40 juta.
Napoli gagal mempertahankan keunggulan atas Fiorentina dan harus puas bermain 1-1 pada pekan kelima Liga Italia 2026/27.
PSEL Bogor Raya menargetkan listrik 20 MW–30 MW dari 1.500 ton sampah per hari, sekaligus menangani timbunan lama TPAS Galuga.
Pemerintah menargetkan kontrak Giant Sea Wall Pantura sepanjang 575 km mulai dibagi pada awal 2027 untuk melindungi pesisir Jawa.
Penerimaan pajak ekonomi digital mencapai Rp57,23 triliun hingga Agustus 2026, dengan kontribusi terbesar berasal dari PPN PMSE.