Advertisement
Merapi Masih Waspada, Aktivitas Tambang Manual dan Wisata Jalan Terus
Gunung Merapi Waspada, Selasa (22/5/2018). - Harian Jogja/Desi Suryanto
Advertisement
Harianjogja.com, SLEMAN-Status Gunung Merapi masih waspada (level 2) pada Selasa (29/5/2018). Namun, berdasarkan pantauan posko utama penanggulangan bencana erupsi Merapi Kabupaten Sleman, Pusdalos BPBD Sleman aktivitas tambang manual dan wisata tetap berjalan.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sleman, Makwan mengatakan, berdasarkan pantauan Selasa per pukul 10.00 WIB, aktivitas penambangan di Kali Gendol secara manual masih berlangsung. “Namun, untuk alat berat masih berhenti beroperasi,” ujar dia, Selasa.
Advertisement
Sementara itu, pantauan kawasan wisata menunjukkan objek wisata Bukit Klangon, Glagaharjo, Cangkringan sudah siap menerima kunjungan wisatawan. Kawasan Wisata Kaliurang yang di luar TNGM juga sudah dibuka untuk pengunjung. “Lavatour di Kaliurang sudah kembali beroperasi,” jelas dia.
Meski demikian, tetap ada rekomendasi kepada masyarakat demi keamanan yakni radius tiga km dari puncak dikosongkan dari aktivitas penduduk seperti mencari rumput dan aktivitas pendakian. Masyarakat yang tinggal di KRB III diharap untuk meningkatan kewaspadaan terhadap aktivitas Gunung Merapi.
“Untuk pantauan aktivitas Gunung Merapi, pantauan visual pukul 10.00 WIB melalui pengamatan langsung maupun CCTV menujukkan Merapi berkabut dan pantauan seismik Merapi landai [pukul 23.00 – 09.00 WIB],” kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Iran Tolak Usulan Damai AS, Konflik Timur Tengah Kembali Memanas
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Duel Antar Geng Berujung Pembacokan di Pakualaman Jogja
- WFH Jumat untuk ASN Sleman Mulai Digodok, Layanan Publik Tetap Jalan
- Jumat Agung, Tablo Salib di Gereja Pugeran Jogja Dihidupkan Anak Muda
- Kunjungi Museum Andi Bayou, DPRD DIY Susun Regulasi Baru
- Angin Kencang Terjang Sleman, Pohon Tumbang Timpa Mobil dan Rumah
Advertisement
Advertisement






