Advertisement
Aktivitas Terminal Jombor Semakin Menurun Jelang Lebaran
Aktivitas di Terminal Jombor, Desa Sinduadi, Mlati pada Senin (14/6/2018). - Harian Jogja/Fahmi Ahmad Burhan
Advertisement
Harianjogja.com, SLEMAN--Aktivitas kedatangan dan keberangkatan terminal Jombor semakin menurun mulai dari H-2 dan H-1 lebaran. Sebelumnya puncak kesibukan kedatangan dan keberangkatan terjadi saat H-5 lebaran atau pada Minggu (10/6/2018).
Berdasarkan data laporan harian Terminal Jombor, pada Selasa (12/6/2018) jumlah kedatangan penumpang sebanyak 1084 penumpang dan keberangkatan mencapai 3064 penumpang. Jumlah itu menurun pada Rabu (13/6/2018) atau H-2 lebaran, jumlah kedatangan penumpang mencapai 885 penumpang, sedangkan keberangkatan mencapai 2608 penumpang.
Advertisement
Staf Pengelola Terminal Jombor Fikri Aulia mengatakan puncak aktivitas terminal paling sibuk terjadi pada H-5 atau pada Minggu (10/6/2018), jumlah kedatangannya mencapai 891 penumpang, sedangkan keberangkatan mencapai 3140 penumpang.
"Pada H-5 itu banyak dari mahasiswa yang mudik, kebanyakan menuju ke Sumatra," ujar Fikri pada Harianjogja.com, Kamis (14/6/2018).
BACA JUGA
Fikri mengatakan pada H-2 dan H-1 ini tergolong aktivitas seperti hari biasa. "Kebanyakan kalau berangkat juga yang datang itu lokalan, sekitar semarang atau Magelang," katanya.
Menurutnya lonjakan aktivitas bakalan terjadi pada H+4, karena arus balik. Pemudik akan mulai berangkat lagi ke Jakarta atau tempat lainnya, dan tingkat keberangkatan dinilai akan mendominasi.
Pengelola Agen Bus Lestari di Terminal Jombor Gilang Aji mengatakan saat H-5 lebaran atau Minggu (10/6/2018) paling banyak keberangkatan menuju luar Pulau Jawa.
"Banyak yang ke Lampung, Palembang, sedangkan sekarang-sekarang ini paling hanya menuju Magelang, Purworejo, Semarang," katanya pada Harianjogja.com, Kamis (14/6/2018).
Aji mengatakan tarif bus sampai H-1 lebaran masih normal. Menurutnya kenaikan akan terjadi mulai dari H+1 lebaran. "Mulai dari naik Rp20.000 sampai nanti puncak kenaikan harga di tanggal [20/6/2018], bisa mencapai tiga kali lipat," ujarnya.
Menurut Aji, kenaikan harga terjadi karena melonjaknya permintaan keberangkatan menuju Jakarta atau arus balik, sedangkan kedatangan dari Jakarta akan sedikit permintaannya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Jenazah Prajurit TNI dari Lebanon Tiba, Prabowo Dijadwalkan Melayat
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement




