Advertisement
Sudah Turun, Harga Daging Ayam di Gunungkidul Dinilai Masih Tinggi
Pedagang daging ayam potong melayani pembeli, meski masih dijual mahal, permintaan daging ayam masih tetap banyak di Pasar Beringharjo, Jumat (22/6). - Harian Jogja/Holy Kartika N.S
Advertisement
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL--Meski sudah mulai turun, harga daging ayam potong di Pasar Argosari, Wonosari masih tergolong tinggi. Akibatnya daya beli masyarakat dirasakan para pedagang ikut menurun.
Seperti diketahui pra dan pasca hari Raya Idul Fitri kemarin harga ayam potong di Pasar Argosari mencapai Rp38.000-Rp45.000 per kilogram. Adapun untuk saat ini kata salah seorang pedagang daging ayam di pasar tersebut, Sarmi, harga daging ayam potong mulai turun di kisaran Rp38.000-Rp40.000 per kilogram.
Advertisement
Kendati turun, harga itu menurutnya memang masih tergolong tinggi. Pasalnya untuk harga normal ayam potong adalah di kisaran Rp33.000 per kilogram sampai Rp35.000 kilogram.
Sarmi mengungkapkan masih tingginya harga ayam potong tak pelak memengaruhi daya beli masyarakat.
Jika di hari biasa dengan harga normal dia bisa menjual 60 hingga 70 daging ayam potong utuh, saat ini dia hanya bisa menjual 50 ekor. "[Penjualan] berkurang cukup drastis, bahkan hari ini tergolong sepi," ujarnya, Senin (25/6/2018).
BACA JUGA
Ihwal tingginya harga ayam potong saat momen Lebaran kemarin Sarmi mengaku dia dan rekan sejawatnya kebingungan lantaran stok daging ayam di sejumlah penyuplai habis. Inilah yang menurut Sarmi menjadi alasan lonjakan harga tersebut.
"Habis semua, kalaupun ada harganya jauh lebih mahal, jadinya kami malah enggak untung," ucap dia.
Adapun suplai daging ayam potong di Pasar Argosari didapat dari sejumlah tempat seperti Panggang, Saptosari, Playen. Beberapa berasal di luar Gunungkidul seperti Piyungan dan Kulonprogo.
Sementara itu Kepala Seksi Distribusi dan Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Gunungkidul, Sigit Hariyanto mengatakan melambungnya harga daging ayam saat momen lebaran menurut lantaran permintaan yang tinggi. Selain itu banyaknya pemudik dan wisatawan ke Gunungkidul juga menjadi faktor kenaikan permintaan daging ayam sehingga berimbas melonjaknya harga.
"Saat Lebaran permintaan di rumah makan akan daging ayam kan naik, jadi itu juga jadi pengaruhnya," ucap dia.
Dia memprediksi untuk beberapa waktu kedepan harga ayam akan mulai kembali alami penurunan hingga menyentuh angka normal. Sebab menurutnya permintaan akan daging ayam potong mulai turun lantaran konsumen pada saat momen Lebaran didominasi perantau mulai pulang kembali ke tempat perantauan.
"Hari ini kan sudah banyak perantau yg kembali ke Jakarta dan kota besar lainnya . sehingga permintaan daging ayam juga mulai turun," ujar dia.
Namun jika nanti harga daging ayam tidak mengalami perubahan Disperindag Gunungkidul akan bekerjasama dengan Dinas Provinsi untuk menentukan kebijakan seperti apa yang akan dilakukan. "Kami untuk mengambil kebijakan biasanya dirapatkan dulu dengan tim provinsi. Tapi kami yakin pasti akan turun." (
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Talut Sungai Jogja Rusak, Pemkot Siapkan Rp2 Miliar per Tahun
- AKI Sleman 2025 Capai 9 Kasus, Dinkes Waspadai Kehamilan KTD
- Jalan Terong-Dlingo Bantul Licin Saat Hujan, Warga Soroti Truk Tanah
- Kios Pantai Sepanjang Gunungkidul Hampir Rampung, Siap Sambut Lebaran
- Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 11 Maret 2026, Tiket Rp8.000
Advertisement
Advertisement









