Advertisement

PPDB Online Kacau Balau, Orang Tua Merasa Dirugikan

Sunartono
Rabu, 04 Juli 2018 - 05:50 WIB
Bhekti Suryani
PPDB Online Kacau Balau, Orang Tua Merasa Dirugikan Ilustrasi PPDB. - JIBI

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA – Petugas maupun orang tua siswa masih menemukan banyak kendala dalam melakukan pendaftaran penerimaan peserta didik baru (PPDB) SMA/SMK di DIY secara online, sejak dibuka pada Selasa (3/7/2018) pagi. Selain sistem online belum menyediakan menu perubahan pilihan, banyak pendaftar yang tidak bisa mengakses untuk menentukan pilihan pertama dan kedua hingga ketentuan zonasi yang tidak sesuai dengan juknis. Kendala itu mengakibatkan pendaftar harus menunda pelaksanaan pendaftaran.

Salah satu orang tua calon siswa Sutopo menjelaskan, hingga Selasa (3/7/2018) malam anaknya belum mendaftar secara online karena sistem yang belum sempurna. Persoalan yang dihadapi yaitu, pada sistem online pilihan kedua yang akan dipilih yaitu SMAN 1 Banguntapan justru berada di zona dua dari rumahnya di Sitimulyo Piyungan, Bantul. Padahal sesuai juknis secara jelas dinyatakan, Sitimulyo, Piyungan berada di zona satu SMAN 1 Banguntapan. Menurutnya, pada pilihan pertama dan ketiga tidak ada masalah, saat ia mendampingi anaknya menentukan pilihan pertama di SMAN 5 Kota Jogja yang berada di zona satu serta pilihan ketiga SMAN 2 Banguntapan juga zona satu.

Advertisement

“Hampir setiap menit saya berusaha membuka dari rumah untuk mendaftar, tetapi begitu sampai pilihan kedua, SMAN 1 Banguntapan yang dipilih sebagai pilihan kedua itu masuk di zona dua, padahal kan di juknis desa kami Sitimulyo [Piyungan] itu zona satu, sampai saat ini kami belum berani mendaftar, karena menu yang disajikan secara online itu tidak valid,” ungkapnya kepada Harianjogja.com, Selasa.

Sutopo merasa dirugikan dengan kacaunya sistem tersebut. Karena seharusnya pada hari pertama sudah bisa mendaftar secara online, selain itu secara psikologi juga dapat menganggu calon siswa karena khawatir belum bisa mendaftar. Apalagi, ada pembatasan waktu pendaftaran, sehingga kesalahan kecil tidak segera diatasi maka bisa berdampak kurang baik terhadap calon siswa. “Harusnya hari pertama kami target bisa daftar tetapi tidak bisa,” kata dia.

Waka Humas SMAN 3 Jogja Agus Santoso mengakui adanya pertanyaan belasan orang tua siswa ke sekolah terkait sistem yang belum sempurna pada layanan hari pertama. Menurutnya, pada sistem online keterbacaan tidak sempurna sehingga setelah pendaftar memilih pada pilihan pertama kemudian langsung berlanjut seolah sudah menentukan pilihan kedua dan ketiga padahal pendaftar belum menentukan pilihan kedua dan ketiga. Normalnya, setelah menentukan pilihan pertama maka kemudian bisa menentukan pilihan kedua dan ketiga.

“Selain itu hari pertama ini merubah pilihan belum berfungsi. Banyak orang [pendaftar] resah itu karena hanya bisa menentukan satu pilihan dan belum bisa merubah pilihan, harusnya hari ini bisa. Jadi ini tidak berjalan seperti idealnya, mestinya tadi malam bisa memilih tetapi ternyata baru tadi pagi dan tadi kami banyak terima komplain dari masyarakat,” tegasnya.

Berbagai komplain yang disampaikan pendaftar, pihaknya tidak bisa berbuat banyak dan hanya bisa meneruskan ke Disdikpora DIY. Selain itu ada pendaftar SKTM yang belum dientri sehingga belum terbaca sistem, sehingga pihaknya meminta kepada pendaftar tersebut ke Balai Dikmen untuk melakukan klarifikasi.

Terpisah Kabid Perencanaan dan Standardisasi Pendidikan Disdikpora DIY Didik Wardaya mengatakan, pihaknya sudah meminta vendor untuk segera membenahi sistem tersebut. Ia mengakui ada beberapa keluhan pada hari pertama, termasuk adanya data yang tidak sinkron antara di juknis dengan di sistem online juga terjadi di Sariharjo, Ngaglik, Sleman. Selain itu, pihaknya sedang mencari kemungkinan terjadinya kesalahan atau penyebab terjadinya kendala tersebut.

Mengingat dalam simulasi yang melibatkan 118 sekolah dengan masing-masing sekolah mencoba mendaftar empat orang dan saat itu berjalan lancer. “Sambil perbaikan, vendor yang menelusuri kendala tersebut, kalau pendaftar sudah terlanjut menutup masih bisa dilakukan perubahan. Semoga bisa segera tertangani, kami sedang mengusahakan,” tegasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Advertisement

Harian Jogja

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Indonesia Soroti Insiden Berulang di Lebanon, Minta PBB Bertindak

Indonesia Soroti Insiden Berulang di Lebanon, Minta PBB Bertindak

News
| Sabtu, 04 April 2026, 17:07 WIB

Advertisement

Long Weekend April 2026: Cek Tanggal Merah Usai Lebaran

Long Weekend April 2026: Cek Tanggal Merah Usai Lebaran

Wisata
| Jum'at, 03 April 2026, 12:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement