Advertisement
Ini Lho Pemicu Permintaan SKTM Melonjak
Warga mengantre di depan staf pengurus Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) di Dinas Sosial Sleman, Kamis (28/06/2018). - Harian Jogja/Salsabila Annisa Azmi
Advertisement
Harianjogja.com, SLEMAN—Dinas Sosial (Dinsos) Sleman memberikan pelayanan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) bagi masyarakat untuk pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). Dibanding tahun lalu, jumlah permintaan SKTM tahun ini lebih banyak.
Kepala Dinsos Sleman, Sri Murni Rahayu, mengatakan jajarannya memberikan pelayanan bagi masyarakat yang akan mendaftar pada pelaksanaan PPDB 2018 dengan memperoleh SKTM. Dinsos membuka pelayanan sejak dimulainya libur Lebaran. "Saat libur Lebaran kami sudah memberikan pelayanan, bahkan di hari Lebaran kami tetap membuka pelayanan," katanya saat ditemui Harian Jogja, Minggu (8/7/2018).
Advertisement
Berdasarkan data dari Dinas Sosial, dibanding tahun lalu jumlah permintaan SKTM tahun ini lebih banyak. Tahun ini ada 2.768 SKTM yang diurus oleh Dinsos, sedangkan tahun lalu hanya ada 1.392 SKTM yang diurus.
Sri Murni mengatakan pelayanan SKTM tahun ini tidak hanya menggunakan data dari SK Bupati terkait dengan keluarga miskin saja. Dinsos juga menggunakan basis data terpadu dan Program Keluarga Harapan (PKH). Oleh karena itu jumlah permintaan SKTM pun meningkat karena pemohon tidak hanya sesuai dengan data SK Bupati. "Kalau tidak tercantum di SK Bupati bisa juga dilihat apakah dia masuk dalam PKH. Kalau ada, pemohon bisa memperoleh SKTM," katanya.
Kepala Seksi Data Kesejahteraan Sosial Dinsos Sleman, Ari Sarastomo, mengatakan permintaan SKTM sudah dimulai sejak Kamis (7/6) dan puncaknya terjadi Senin (25/6) yakni sebanyak 242 orang mengajukan SKTM. Menurutnya tidak semua permintaan SKTM diterima. Ada 10% dari total permintaan SKTM yang ditolak karena tidak tercantum dalam SK Bupati, basis data terpadu, maupun PKH.
"Selama tidak memenuhi komponen salah satu dari tiga data tadi, kami tidak akan memberikan SKTM. Tidak ada pengecekan apakah keluarga tersebut benar-benar miskin atau tidak. Pengecekan hanya dilakukan melalui basis data terpadu yang sudah ada," ujar Ari.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Duel Antar Geng Berujung Pembacokan di Pakualaman Jogja
- WFH Jumat untuk ASN Sleman Mulai Digodok, Layanan Publik Tetap Jalan
- Jumat Agung, Tablo Salib di Gereja Pugeran Jogja Dihidupkan Anak Muda
- Kunjungi Museum Andi Bayou, DPRD DIY Susun Regulasi Baru
- Angin Kencang Terjang Sleman, Pohon Tumbang Timpa Mobil dan Rumah
Advertisement
Advertisement








