Geopark Gunungsewu Bersiap, Asesor UNESCO Kunjungi Gunungkidul
Asesor UNESCO mengunjungi Luweng Jomblang dan Hutan Wanagama untuk pra-revalidasi Geopark Gunungsewu menjelang penilaian ulang 2027.
Seorang pekerja mengaduk adonan gula rafinasi untuk dijadikan gula batu di rumah produksi milik Nur Habibah di Dusun Kerto, Pleret, Pleret. Foto diambil beberapa waktu lalu./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, BANTUL -- Produksi gula batu di Dusun Kerto, Desa Pleret menjadi salah satu industri rumah tangga andalan di Kecamtan Pleret. Omzet usaha ini sudah menembus Rp30 juta per bulan. Industri rumahan ini dapat menyerap tenaga kerja dari warga sekitar.
Pemilik rumah produski gula batu di Kerto, Nur Habibah mengatakan usaha ini digeluti sejak 2008 lalu. Ide pembuatan gula batu tidak lepas dari program pendampingan pascagempa yang dilakukan oleh sebuah lembaga swadaya masyarakat (LSM).
“Waktu itu warga diminta untuk membuat produk olahan untuk dipamerkan. Saya dan suami berinisiatif membuat gula jawa herbal [gujahe] dengan rasa jahe. Kami bersyukur lewat pameran bisa bangkit dan usaha pembuatan berlangsung sampai sekarang,” kata Habibah, Selasa (17/7/2018).
Menurut dia, industri pengolahan gula yang digeluti berjalan dengan baik. Ia mengaku tidak kesulitan mencari bahan baku karena gula rafinasi sebagai bahan membuat gula batu didatangkan dari Cilacap. “Tidak ada masalah. Setiap hari, kami bisa membuat gula batu sebanyak lima kuintal,” jelas dia.
Sementara itu, untuk pemasaran, Habibah juga tidak mengalami kendala karena para pembeli langsung datang ke rumah produksi.
“Harga kami bedakan. Untuk paket besar kami patok harga Rp11.000 per kilogram, sedang untuk paket kecil dijual Rp12.000 per kilogram. Saya bersyukur karena dengan produksi ini bisa mendapatkan omzet Rp30 juta per bulan,” kata Habibah lagi.
Menurut dia, manfaat membuat gula batu tidak hanya dirasakan sendiri. Pasalnya, lewat usaha ini Habibah mengaku dapat mempekerjakan 25 karyawan yang diambil dari warga setempat. “Paling tidak usaha ini tidak hanya kami yang menikmati, karena ada juga warga yang ikut merasakan manfaatnya,” ujar.
Suami Habibah, Mujiyono menambahkan selain gula batu, di tempatnya tetap mempertahankan pembuatan gujahe. Rasa dari gujahe bermacam-macam, selain jahe ada juga varian lain seperti kunir asem hingga temulawak. “Sehari produksi gujahe mencapai dua kuintal,” ujar dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Asesor UNESCO mengunjungi Luweng Jomblang dan Hutan Wanagama untuk pra-revalidasi Geopark Gunungsewu menjelang penilaian ulang 2027.
Cek jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Rabu, 28 Oktober 2026. Tersedia 10 perjalanan dari Stasiun Tugu dan Kutoarjo.
Cek jadwal KA Bandara YIA 28 Oktober 2026 untuk layanan reguler dan Xpress, lengkap dengan waktu keberangkatan dari Jogja dan bandara.
Jadwal KRL Solo-Jogja Rabu 28 Oktober 2026 dari Stasiun Palur, lengkap dengan waktu keberangkatan di 13 stasiun pemberhentian.
Cek jadwal KRL Jogja-Solo, 15 waktu keberangkatan dari Jogja ke Palur, daftar stasiun pemberhentian, dan tarif tiket Rp8.000.
Aigner merilis koleksi Munich di Indonesia melalui Adtime. Simak 18 tipe jam tangan terbaru dan strategi pengembangan bisnis merek ini.