Droping Air Gunungkidul Mulai Menipis, BPBD Ajukan 5.000 Tangki
Anggaran droping air di sejumlah kapanewon Gunungkidul mulai menipis. BPBD mengajukan tambahan 5.000 tangki untuk menghadapi kemarau hingga akhir tahun.
Seorang pekerja mengaduk adonan gula rafinasi untuk dijadikan gula batu di rumah produksi milik Nur Habibah di Dusun Kerto, Pleret, Pleret. Foto diambil beberapa waktu lalu./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, BANTUL -- Produksi gula batu di Dusun Kerto, Desa Pleret menjadi salah satu industri rumah tangga andalan di Kecamtan Pleret. Omzet usaha ini sudah menembus Rp30 juta per bulan. Industri rumahan ini dapat menyerap tenaga kerja dari warga sekitar.
Pemilik rumah produski gula batu di Kerto, Nur Habibah mengatakan usaha ini digeluti sejak 2008 lalu. Ide pembuatan gula batu tidak lepas dari program pendampingan pascagempa yang dilakukan oleh sebuah lembaga swadaya masyarakat (LSM).
“Waktu itu warga diminta untuk membuat produk olahan untuk dipamerkan. Saya dan suami berinisiatif membuat gula jawa herbal [gujahe] dengan rasa jahe. Kami bersyukur lewat pameran bisa bangkit dan usaha pembuatan berlangsung sampai sekarang,” kata Habibah, Selasa (17/7/2018).
Menurut dia, industri pengolahan gula yang digeluti berjalan dengan baik. Ia mengaku tidak kesulitan mencari bahan baku karena gula rafinasi sebagai bahan membuat gula batu didatangkan dari Cilacap. “Tidak ada masalah. Setiap hari, kami bisa membuat gula batu sebanyak lima kuintal,” jelas dia.
Sementara itu, untuk pemasaran, Habibah juga tidak mengalami kendala karena para pembeli langsung datang ke rumah produksi.
“Harga kami bedakan. Untuk paket besar kami patok harga Rp11.000 per kilogram, sedang untuk paket kecil dijual Rp12.000 per kilogram. Saya bersyukur karena dengan produksi ini bisa mendapatkan omzet Rp30 juta per bulan,” kata Habibah lagi.
Menurut dia, manfaat membuat gula batu tidak hanya dirasakan sendiri. Pasalnya, lewat usaha ini Habibah mengaku dapat mempekerjakan 25 karyawan yang diambil dari warga setempat. “Paling tidak usaha ini tidak hanya kami yang menikmati, karena ada juga warga yang ikut merasakan manfaatnya,” ujar.
Suami Habibah, Mujiyono menambahkan selain gula batu, di tempatnya tetap mempertahankan pembuatan gujahe. Rasa dari gujahe bermacam-macam, selain jahe ada juga varian lain seperti kunir asem hingga temulawak. “Sehari produksi gujahe mencapai dua kuintal,” ujar dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Anggaran droping air di sejumlah kapanewon Gunungkidul mulai menipis. BPBD mengajukan tambahan 5.000 tangki untuk menghadapi kemarau hingga akhir tahun.
Astra Half Marathon kembali digelar pada 2026 dengan membawa semangat “Berkarya dan Tumbuh Bersama Indonesia” dalam perjalanan menuju 70 tahun Astra.
iPhone 18 Pro hadir dengan chip A20 Pro. Simak 3 pesaing Android: Samsung S26 Ultra, Pixel 11 Pro XL, dan Xiaomi 17 Ultra dengan kamera Leica
Kasus kekerasan terhadap perempuan di Sleman mencapai 185 korban hingga Agustus 2026. KDRT mendominasi dengan 114 kasus.
Miss Austria 2024 Lucia Sisic meninggal di usia 22 tahun setelah berjuang melawan sakit jantung sejak lahir. Simak perjalanan hidup dan duka dari Herzkinder Öst
Jadwal bola malam ini 10-11 September 2026: Liga Champions, Liga Portugal, Copa Libertadores. Bayern, Como, dan MU tampil.