Warga Bantul Lebih Senang Kerja di Malaysia Daripada Korea

Ilustrasi tenaga kerja wanita. - Antara
23 Juli 2018 14:10 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL--Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Bantul mencatat ada 337 warga Bantul yang bekerja di luar negeri. Mereka terpantau karena berangkat melalui agen resmi pemerintah dan swasta.

Dari jumlah tersebut sebagian besar bekerja di Malaysia mencapi 279 orang, disusul Korea Selatan 35 orang, dan Taiwan 23 orang. Dua institusi yang memberangkatkan para tenaga kerja Indonesia (TKI) asal Bantul ini adalah Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan TKI (BNP2TKI) dan Perusahaan Penempatan TKI Swasta (PPTKIS).

Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja, Perluasan Kerja, dan Transmigrasi, Disnakertrans Bantul Istirul Widiastuti mengatakan sebagian besar TKI yang diberangkatkan bekerja di industri manufaktur.

"Karena sudah tidak ada lagi TKI asal Bantul yang bekerja sebagai tenaga informal [pembantu] di luar negeri," kata Istirul, Senin (23/7/2018).

Ia mengatakan animo warga Bantul untuk menjadi TKI sampai saat ini masih tinggi. Terbukti dari banyaknya yang datang ke Kantor Disnakertrans meski baru sebatas konsultasi. Pihaknya juga memberikan pemahaman kepada warga yang datang terkait negara tujuan dan karakteristik masing-masing negara yang menjadi tujuan calon TKI.

Untuk warga yang masih berusia di bawah 24 tahun, kata Istirul, petugas mengimbau untuk bekerja di dalam negeri terlebih dahulu sebagai bekal pengalaman. Disnakertrans memiliki jaringan sejumlah perusahaan di Batam yang membutuhkan tenaga kerja. "Kecuali kalau memang terpaksa harus ke luar negeri," ucap dia.

Lebih lanjut Istirul menduga masih banyak warga Bantul yang pergi ke luar negeri tidak terpantau. Pihaknya sulit memantau jika calon TKI berangkat melalui agen yang belum bekerja sama dengan pemerintah atau berangkat melalui pemerintah daerah lain dengan cara pindah tempat tinggal. Pemerintah Kabupaten Bantul biasanya baru mengetahui ketika ada persoalan yang dihadapi TKI di luar negeri.

Istirul tidak menampik ada warga Bantul yang berpindah tempat tinggal hanya karena ingin dipermudah menjadi TKI, terutama tenaga kerja informal. Sebab, sejak 2010 lalu Pemerintah Kabupaten Bantul sudah tidak melayani pemberangkatan bagi TKI sektor informal.

Sebagai konsekuensinya, Disnakertrans Bantul terus berupaya mencarikan pekerjaan di perusahaan lokal dan luar daerah untuk menekan angka pengangguran di Bantul. Tahun ini ditargetkan 2.700 warga Bantul bekerja di sejumlah perusahaan di Bantul dan luar daerah. Tahun lalu Disnakertrans Bantul sudah memberangkatkan sekitar 2.650 orang, yang sebagian besar ke Batam.

"Tiap tahun kami ada permintaan dari perusahaan-perusahaan untuk dikirim tenaga kerja," kata Istirul.