DPRD Gunungkidul Minta Proyek Infrastruktur 2026 Berkualitas dan Tepat Waktu
Komisi C DPRD Gunungkidul meminta proyek infrastruktur 2026 selesai tepat waktu dan berkualitas agar tak mengganggu penyerapan anggaran.
Peserta ujian computer Assisted Test (CAT) calon pegawai negeri sipil (CPNS) mendengarkan arahan petugas sebelum melaksanakan ujian di Graha Soloraya kantor Bakorwil II Gladak, Solo, Kamis (16/10)./Solopos-Ardiansyah Indra Kumala
Harianjogja.com, BANTUL--Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Bantul memastikan ada rekrutmen calon pegawai negeri sipil (CPNS) di tahun ini. Namun, kepastian waktu pelaksanaan masih menunggu kebijakan dari Pemerintah Pusat.
Kepala BKPP Bantul Danu Suswaryanta mengatakan dua pekan lalu dinas sudah berkomunikasi dengan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB). Hanya, koordinasi tersebut belum memberikan kepastian karena Pemerintah Pusat masih mengkaji.
“Kami diminta untuk menunggu. Yang jelas, untuk tahun ini akan ada rekrutmen, tapi untuk waktunya masih belum ditentukan,” katanya kepada wartawan akhir pekan lalu.
Menurut dia, salah satu kajian yang dilakukan adalah sinkronisasi dengan Kementerian Keuangan. Tujuannya untuk memastikan berapa anggaran yang dibutuhkan untuk membayar pegawai yang baru. “Ya kami tunggu saja. Yang jelas, nanti kalau ada rekrutmen pasti akan kami umumkan secara terbuka,” ujar dia.
Lebih jauh dikatakan Danu, dalam rencana rekrutmen CPNS, BKPP sudah mengajukan 2.643 formasi. Jumlah ini disesuaikan dengan kekurangan pegawai di lingkup Pemkab Bantul. Meski telah mengajukan, ia mengaku tidak yakin seluruh pengajuan dapat disetujui.
Menurut dia, ada beberapa persoalan yang menjadi hambatan. Pertama, jumlah formasi diberikan sesuai dengan kemampuan anggaran yang dimiliki. Selain itu, keyakinan ini juga berkaca pada rekrutmen CPNS di tahun-tahun sebelumnya.
“Berapa pun akan kami terima. Yang jelas, sudah ada kata kunci dari Pusat jika formasi yang diberikan disesuaikan dengan jumlah PNS yang pensiun setiap tahun. Jadi kalau melihat ini, kemungkinan formasi yang diberikan hanya di kisaran 450 pegawai baru,” ujar Danu.
Untuk rekrutmen CPNS tahun ini juga hampir sama dengan penyelenggaraan tahun lalu, pemenuhan pegawai difokuskan untuk guru dan tenaga kesehatan. “Dua bidang ini yang akan banyak menerima CPNS baru,” jelas dia.
Salah seorang warga Bantul, Joko Prayitno mengaku sudah banyak beredar kabar terkait dengan rekrutmen CPNS di tahun ini. Ia berharap segara ada kepastian waktu pelaksanaan dan jumlah pegawai yang dibutuhkan. “Ini penting agar masyarakat terhindar dari praktik penipuan dengan modus rekrutmen CPNS. Jadi kalau memang benar ada, maka segera diumumkan,” kata Joko.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Komisi C DPRD Gunungkidul meminta proyek infrastruktur 2026 selesai tepat waktu dan berkualitas agar tak mengganggu penyerapan anggaran.
Kebakaran rumah di Sragen diduga akibat korsleting listrik. Uang Rp50 juta dan dua sepeda gunung hangus, dua anggota keluarga jadi korban.
MBG di SMKN 2 Jogja dihentikan sementara setelah 413 warga sekolah diduga keracunan. Sampel makanan dan air masih diperiksa di laboratorium.
Kemenhaj mempertimbangkan maskapai alternatif untuk menekan biaya haji 2027. Biaya penerbangan mencapai 40% dari total BPIH.
Direktur BYAN Alastair McLeod menjual 185.200 saham senilai Rp2,47 miliar menjelang rencana masuknya Jhonlin Group sebagai pemegang 30% BYAN.
BMKG memprakirakan hujan ringan hingga lebat di sejumlah daerah Rabu. Gelombang hingga 4 meter juga berpotensi terjadi di sejumlah perairan.