Advertisement
Kesulitan Air Bersih di Gunungkidul Jadi Perhatian Parpol
Kegiatan Partai Nasdem di Dusun Plarung, Desa Sawahan, Kecamatan Ponjong, Gunungkidul, Minggu (9/13/2018). - Istimewa
Advertisement
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Sulitnya mendapatkan air bersih menjadi perhatian tersendiri bagi Partai Nasional Demokrat (Nasdem) Gunungkidul.
Salah satu bakal calon anggota legislatif (bacaleg) dari Partai Nasdem Gunungkidul, Wisnu Dwi Atmojo mengatakan salah satu tempat yang menjadi perhatian masalah kekeringan tersebut yaitu di Dusun Plarung, Desa Sawahan, Kecamatan Ponjong, Gunungkidul yang masih kesulitan mendapat air bersih terutama saat kemarau.
Advertisement
“Kekeringan merupakan masalah riil, kami bersama jajaran Partai Nasdem juga ingin memberikan kontribusi nyata untuk menyelesaikan masalah warga Gunungkidul ini dengan membantu dropping air dan pembuatan sumur,” kata pria yang tercatat sebagai bacaleg termuda di Gunungkidul itu, Kamis (13/9/2018).
Bacaleg yang akan mengikuti Pemilu 2019 di Dapil 3 Gunungkidul itu berharap dengan bantuan pembuatan sumur tersebut tidak hanya membantu sementara permasalahan air, namun juga dapat menyelesaikan permasalahan yang terjadi setiap tahun itu.
BACA JUGA
Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Nasdem Gunungkidul, Suparjo mengapresiasi kegiatan kader Partai Nasdem itu. Suparjo mengatakan Partai Nasdem mesti berperan untuk kepentingan masyarakat. “Kami membawa gerakan perubahan yang lebih baik. Salah satunya yang ditunjukan oleh Ahong dengan membantu menyelesaikan permasalahan air tersebut,” ujar dia.
Dia mengatakan daerah Gunungkidul sebenarnya memiliki potensi yang besar untuk maju. Hal tersebut harus didukung dengan calon-calon atau anggota dewan yang benar-benar berpihak ke masyarakat.
Terkait dengan bantuan penyelesaian pemenuhan air bersih snediri, salah satu tokoh warga Dusun Plarung, Suranto mengaku sangat terbantu dengan rencana bantuan sumur tersebut. “Kami sangat berterimakasih dengan bantuan tersebut memperhatikan rakyat kecil, daerah sekitar sini memang masih minus air. Harapannya dapat menyelesaikan problem di sini,” ujar dia.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Gunungkidul, Edy Basuki mengatakan saat ini di wilayah Gunungkidul memang masih mengalami kekeringan.
“Kami masih coba dropping terus untuk memenuhi kebutuhan air. Setidaknya dalam sehari kami melakukan dropping enam tangki dan bantuan dari pihak swasta juga sangat penting. Untuk menangani jangka panjang ya diupayakan dengan pengeboran sumur itu,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement







