BPAD DIY Latih Warga Kulonprogo Agar Jangan Kecolongan

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah Kulonprogo, Sri Harmintarti saat memberikan paparannya saat bedah bukudi Taman Baca PKBM Ingin Wasis Selasa (25/9/2018). - Harian Jogja/Uli Febriarni
25 September 2018 23:17 WIB Uli Febriarni Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO - Warga yang tinggal di dekat kawasan pembangunan New Yogyakarta International Airport (NYIA), khususnya Kecamatan Temon, diminta jangan sampai kecolongan peluang wirausaha dan kalah cepat dari orang luar Kulonprogo.

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah Kulonprogo, Sri Harmintarti mengungkapkan, kehadiran NYIA tentu akan membawa banyak perubahan dan tentunya peluang wirausaha untuk masyarakat. Apalagi, momen tersebut didukung dengan adanya kegiatan bedah buku yang diselenggarakan oleh Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta (BPAD DIY), Selasa (25/9/2018).

Dalam buku yang dibedah kali ini, dituturkan beragam contoh usaha yang ada di kawasan pesisir pantai utara, misalnya Demak, Jepara dan beberapa kota lainnya. Sehingga, warga terbantu dan bisa mempelajari jenis-jenis usaha yang ada itu dan menerapkan ilmu di dalamnya. Namun, sebelum memulai usaha, warga harus membaca situasi dan pasar.

"Tapi jangan hanya melihat potensi sumber daya alam, melainkan juga aturan yang berlaku. Kebijakan lokal yang mendukung dalam berwirausaha, misalnya kalau di Kulonprogo ada Bela Beli Kulonprogo," kata dia, saat mengisi acara bedah buku Yuk Berwirausaha: 60 Usaha Nyata yang Menghasilkan Uang, di Taman Baca PKBM Ingin Wasis, Dusun Kaliwangan, RT 24/RW 12, Desa Temon Wetan.

Penulis Buku Yuk Berwirausaha: 60 Usaha Nyata yang Menghasilkan Uang, Fatkul Muin menyatakan, sebelum memulai usaha, hendaknya warga membaca peluang. Dilanjutkan dengan membulatkan niat untuk berwirausaha. Setelah itu, melakukan survey usaha yang sekiranya cocok dilakukan di sekitar tempat tinggal.

Di kesempatan yang sama ia mengajak warga untuk tetap tekun membaca, bukan hanya membaca buku atau tulisan-tulisan secara fisik, melainkan juga membaca keadaan dan peluang.

Kepala Desa Temon Wetan, Puji Purwaningsih mengaku, bedah buku yang dilaksanakan BPAD sangat membantu pemerintah desa untuk membangun semangat warga untuk berwirausaha.

"Dengan ini warga dapat tergerak untuk mau berwirausaha. Tidak hanya melihat dan menjadi penonton pembangunan mega proyek NYIA," ungkapnya.

Kepala Sub Bidang Pembinaan dan Pemberdayaan BPAD DIY, Dwi Ambarwati menuturkan, bedah buku yang dilaksanakan BPAD DIY dilakukan untuk mendekatkan masyarakat dengan buku dan budaya membaca.

BPAD juga berharap, kaum muda mau diajak berwirausaha, terlebih setelah melihat Kecamatan Temon saat ini menjadi tempat berlangsungnya mega proyek NYIA.

Diskusi yang hadir di tengah-tengah kegiatan bedah buku, diharapkan juga bisa menjadi ajang berbagi bersama dalam memecahkan masalah, apabila warga menemui kesulitan dalam berwirausaha.