Gebyar Seribu Canting Semarakkan Hari Batik di Kulonprogo

Stakeholder yang terlibat dalam penyelenggaraan Gebyar Seribu Canting. - Ist
27 September 2018 00:50 WIB Uli Febriarni Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO- Memeringati Hari Batik Nasional, Pemerintah Kabupaten Kulonprogo, bekerja sama dengan Bank Pembangunan Daerah Istimewa Yogyakarta (BPD DIY) akan menyelenggarakan Gebyar Seribu Canting, 2 Oktober 2018.

Kepala Dinas Pariwisata Kulonprogo, Niken Probo Laras menjelaskan, Gebyar Sewu Canthing diselenggarakan dalam rangkaian Peringatan Hari Batik Nasional dan mendukung acara JIBB. Acara ini sebagai upaya mewujudkan kawasan desa wisata batik di tiga desa sentra batik di Kecamatan Lendah, yaitu Desa Sidorejo, Ngentakrejo, Gulurejo .

Ia mengungkapkan, acara ini terselenggara atas ide dan gagasan Ibu Ketua Dekranasda Kulonprogo, Reny Hasto. Rangkaian kegiatan diselenggarakan bersama oleh Dekranasda Kulonprogo, Dinas Patiwisata Kulonprogo dan PT Bank BPD DIY.

"Harapannya Kawasan Desa Wisata Batik ini diminati oleh wisatawan nusantara maupun wisatawan mancanegara. Diikuti dengan tumbuhnya usaha jasa dan perdagangan pendukung pariwisata," ujarnya, Rabu (26/9/2018).

Niken menambahkan, untuk mewujudkan harapan itu, maka kegiatan ini akan ditandai dengan beragam event dan peresmian Joglo showroom dan kuliner tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) BPD DIY. Untuk kegiatan menjelang event inti, diadakan pula lomba kebersihan antar pedukuhan di tiga desa tadi, untuk memenuhi kriteria desa wisata yang menerapkan Sapta Pesona.

Kepala Bank PT BPD DIY Cabang Wates, Christina Hariarsi menjelaskan, konsep kampung desa wisata batik adalah memberikan wadah seluas-luasnya dan sebesar-besarnya bagi pelaku batik desa-desa di Kecamatan Lendah, untuk berkegiatan yang terkait dengan batik. Di desa itu dibangunkan joglo, showroom, limasan. Di kawasan inilah anak-anak sekolah akan mempraktikkan kegiatan ekstrakurikuler membatik mereka. Di sana pula setiap perajin batik akan menempatkan pembatiknya untuk membatik di sana.

Diharapkan, ke depan juga akan ada paket wisata kampung batik Lendah. Kehadiran kampung wisata batik ini juga salah satu upaya BPD DIY dalam menyosialisasikan dan mengenalkan Kecamatan Lendah sebagai pusat batik di Kulonprogo. Termasuk batik geblek renteng dan batik non geblek renteng yang diproduksi di sana.

"Sebagai lembaga profit, dari keuntungan itu kami memiliki CSR. Ini adalah bentuk CSR kami dalam bidang pariwisata, pastinya efek berlapis akan menggerakkan ekonomi masyarakat," ujarnya.