Sleman Paling Rawan saat Pemilu, Ini Penjelasan Bawaslu

Ilustrasi Pemilu - JIBI
29 September 2018 07:50 WIB Sunartono Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA- Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) DIY memasukkan Kabupaten Sleman sebagai wilayah paling rawan dalam Pemilu 2019 mendatang di DIY.

Komisioner Bidang Penindakan Pelanggaran Bawaslu DIY Sri Rahayu Werdiningsih menjelaskan pemetaan terhadap daerah rawan akan terus dilakukan hingga ke level masyarakat.

Ia mengaku kaget dengan dimasukkannya DIY sebagai daerah rawan kedua seluruh Indonesia. Namun predikat itu memang bukan tanpa alasan mengingat pada pemilu 2014 silam ada sejumlah kasus di wilayah DIY.

Ia menambahkan, pemetaan tingkat kerawanan di DIY memasukkan Sleman sebagai kabupaten paling rawan dengan indeks 66,67%, disusul Kulonprogo dan Gunungkidul dengan jumlah yang sama persentase 61,90%. Adapun Bantul rawan di nomor ketiga dengan persentasi 46,43% dan Kota Jogja termasuk urutan terakhir tingkat kerawanan di angka 39,29%.

"Sleman tingkat kerawanan paling tinggi. Saya kaget juga Sleman ternyata lebih rawan dari Kota Jogja. Padahal Kota Jogja ini dalam Pemilu sering ada gesekan," katanya, Jumat (27/9/2018).

Dengan adanya analisa tersebut akan menjadi peringatan bagi Bawaslu DIY untuk berkoordinasi dengan semua pihak termasuk aparat kepolisian. Bawaslu akan memaksimalkan pengawasan untuk meminimalisasi terjadinya protes dan sejenisnya.

"Kalau 2014 sempat terjadi penghitungan ulang selain itu ada pemungutan suara ulang seperti di Bantul dan Gunungkidul, rekapitulasi ulang juga ada," katanya.