Makna Podhang Ngisep Sari, Ikon Gunungkidul yang Berkibar saat HUT RI
Podhang Ngisep Sari ikut berkibar di berbagai ruas jalan Gunungkidul menjelang HUT RI ke-81. Simak sejarah dan makna ikon resmi daerah ini.
Gumuk pasir di Pantai Parangtritis./IST-Humas Pemkab Bantul
Harianjogja.com, BANTUL-- Kepala Parangtritis Geomaritime Science Park (PGSP) Nicky Setiawan mengaku tidak akan tinggal diam terhadap masalah sampah di kawasan pesisir. Untuk langkah pencegahan, PGSP akan terus memberikan edukasi terhadap masyarakat terkait dengan kebersihan lingkungan.
Menurut dia, kebersihan merupakan hal yang harus diperhatikan untuk mendukung keindahan alam di kawasan pantai.
“Sampah menjadi masalah serius yang harus ditangani,” kata Nicky kepada Harian Jogja, Jumat (28/9/2018).
Dia menjelaskan untuk penanganan sampah dilakukan dua cara. Pertama, memberikan edukasi terkait bahaya sampah. Masyarakat diajak agar tidak membuang sampah sembarangan.
“Kami sosialiasikan. Contohnya di dalam jalan sehat untuk memeperingati ulang tahun PGSP, para peserta diminta tidak membuang sampah sembarangan,” ucap dia.
Menurut Nicky, cara kedua penanganan sampah dengan tindakan nyata. Pada tahun ini, sambung dia, PGSP bekerja sama dengan komunitas pencinta alam menggelar gerakan memungut sampah di kawasan pantai. Sampah yang terkumpul kemudian didaur ulang untuk bahan kerajinan tangan.
“Tahun depan kami juga akan menyelenggarakan acara yang sama dengan melibatkan komunitas yang lebih banyak,” kata dia lagi.
Dia menambahkan untuk kebersihan lingkungan di kawasan pantai bukan semata-mata tugas dari pemerintah atau PGSP. Namun, masyarakat harus ikut berpartisipasi sehingga penanganan dapat optimal. “Semua pihak harus berpartisipasi sehingga kebersihan dan keindahan alam pantai benar-benar terjaga,” jelas dia.
Salah seorang pengunjung di Pantai Parangtritis, Kecamatan Kretek, Istiyani mengakui masih ada sampah di kawasan pantai. Selain itu, di sekitar warung-warung juga masih ada tumpukan sisa kelapa yang belum dibuang. “Memang tidak banyak, tetapi akan lebih baik jangan dibiarkan menumpuk,” katanya.
Istiyani menuturkan kebersihan di kawasan pantai harus benar-benar dijaga. Hal ini dibutuhkan untuk memberikan kesan nyaman kepada pengunjung sehingga betah berlama-lama di kawasan wisata.
“Kalau tempatnya bersih maka wisatawan akan senang dan tidak bosan berkunjung lagi,” kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Podhang Ngisep Sari ikut berkibar di berbagai ruas jalan Gunungkidul menjelang HUT RI ke-81. Simak sejarah dan makna ikon resmi daerah ini.
BMKG mencatat 1.598 gempa susulan pascagempa magnitudo 7,7 di NTT. Aktivitas seismik masih terus dipantau.
“Remisi harus menjadi pendorong untuk terus memperbaiki diri, membangun kesadaran, serta mempersiapkan kehidupan yang lebih baik,” demikian pesan Menteri
iPhone lipat pertama Apple, iPhone Ultra, dikabarkan hanya akan tersedia di AS pada peluncuran awal September 2026. Pasokan terbatas dan masalah produksi jadi a
Meisya Siregar viral setelah merekomendasikan Bebi Romeo saat ditanya penyanyi dengan fee Rp100 juta. Deretan lagu hits sang musisi kembali jadi sorotan.
40% orang minum 2 gelas kopi per hari, tapi kafein berlebih bikin jantung berdebar. Simak 5 cara hilangkan kantuk tanpa kopi: cahaya terang, power nap, gerak, a