Advertisement
Ini Dia Alasan Kemenkes Berikan Penghargaan untuk Pemkot Jogja
Ilustrasi sanitasi masyarakat - JIBI
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Sepanjang tahun ini, Kota Jogja dinilai memiliki inovasi dan kualitas sanitasi yang baik dalam mempertahankan kondisi Setop Buang Air Besar Sembarangan (BABS). Hal itu dilakukan untuk mewujudkan Kota Jogja sebagai kota sehat.
Wali Kota Jogja Haryadi Suyuti mengatakan untuk meningkatkan kualitas kota sehat, Pemkot memiliki lima pilar Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM). Masing-masing adalah Setop Buang Air Besar Sembarangan (BABS); cuci tangan pakai sabun (CTPS); pengelolaan air minum-makanan rumah tangga (PAMM RT); pengelolaan sampah rumah tangga (PS RT); dan pengelolaan limbah cair rumah tangga (PLC RT).
Advertisement
"Dengan program STBM ini masyarakat mampu mengubah perilaku yang higienis. Mereka sadar untuk tidak membuang air besar di sembarang tempat serta mengedepankan pola hidup bersih dan sehat (PHBS)," kata dia seusai menerima penghargaan, akhir pekan lalu di Jakarta.
Atas prestasi tersebut, Kota Jogja diganjar penghargaan dari Kementerian Kesehatan RI karena dinilai mampu mempertahankan program STBM secara berkelanjutan. Penghargaan STBM diserahkan secara langsung oleh Menteri Kesehatan Nila F Moeloek, di Auditorium Swabessy Kementerian Kesehatan, Jakarta.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Isu Pemotongan Gaji Menteri, Ini Kata Menteri Airlangga Hartarto
Advertisement
Mekar Hanya Beberapa Hari, Bunga Bangkai di Palupuh Diserbu Turis
Advertisement
Berita Populer
- Digugat ke PTUN, Pemkab Bantul Sebut Pemecatan Dukuh Seloharjo Sah
- Sultan HB X Tekankan Pentingnya Mawas Diri dalam Pengambilan Keputusan
- WFH ASN Bantul Dibatasi, Tidak Semua OPD Bisa Terapkan
- Empat Nama Berebut Kursi Ketua PKB Kulonprogo lewat UKK
- Ambil Gamelan, Dukuh Seloharjo Bantul Dipecat, Kini Gugat ke PTUN
Advertisement
Advertisement





