Advertisement
Ini Dia Alasan Kemenkes Berikan Penghargaan untuk Pemkot Jogja
Ilustrasi sanitasi masyarakat - JIBI
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Sepanjang tahun ini, Kota Jogja dinilai memiliki inovasi dan kualitas sanitasi yang baik dalam mempertahankan kondisi Setop Buang Air Besar Sembarangan (BABS). Hal itu dilakukan untuk mewujudkan Kota Jogja sebagai kota sehat.
Wali Kota Jogja Haryadi Suyuti mengatakan untuk meningkatkan kualitas kota sehat, Pemkot memiliki lima pilar Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM). Masing-masing adalah Setop Buang Air Besar Sembarangan (BABS); cuci tangan pakai sabun (CTPS); pengelolaan air minum-makanan rumah tangga (PAMM RT); pengelolaan sampah rumah tangga (PS RT); dan pengelolaan limbah cair rumah tangga (PLC RT).
Advertisement
"Dengan program STBM ini masyarakat mampu mengubah perilaku yang higienis. Mereka sadar untuk tidak membuang air besar di sembarang tempat serta mengedepankan pola hidup bersih dan sehat (PHBS)," kata dia seusai menerima penghargaan, akhir pekan lalu di Jakarta.
Atas prestasi tersebut, Kota Jogja diganjar penghargaan dari Kementerian Kesehatan RI karena dinilai mampu mempertahankan program STBM secara berkelanjutan. Penghargaan STBM diserahkan secara langsung oleh Menteri Kesehatan Nila F Moeloek, di Auditorium Swabessy Kementerian Kesehatan, Jakarta.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Gibran Tegaskan Fokus Kawal Program Prabowo Meski Isu 2029 Muncul
Advertisement
India Deportasi 2 Turis Inggris yang Tempel Stiker Free Palestine
Advertisement
Berita Populer
- Kodim Gunungkidul Akan Rutin Gelar Gerakan Kebersihan Seminggu Sekali
- Dinkes Kota Jogja Perketat Surveilans Cegah Masuk Virus Nipah
- Program JPD Jogja 2026, Mahasiswa Dapat Bantuan hingga Rp8 Juta
- Gerindra DIY Peringati HUT ke-18 dengan Doa dan Bakti Sosial
- Hotel di Malioboro Minta Solusi Jelang Full Pedestrian, Ini Masalahnya
Advertisement
Advertisement



