Air Bersih dari PDAM di Jepitu Macet, Ternyata Ini Penyebabnya

Ilustrasi. - Reuters
24 Oktober 2018 05:17 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Warga Desa Jepitu, Girisubo mengeluhkan distribusi air dari PDAM Tirta Handayani. Penyebabnya, sejak satu minggu lalu aliran macet sehingga warga harus memenuhi kebutuhan air dengan cara membeli secara swadaya.

Salah seorang warga Jepitu, Rubiyanto mengatakan, warga kecewa karena pasokan air dari PDAM yang tersendat. Padahal, menurut dia, dari sisi pembayaran tidak ada masalah karena selalu membayar tepat waktu. “Kami lancar dalam membayar pajak air, tapi distribusinya kok tidak lancar,” kata Rubiyanto kepada wartawan, Selasa (23/10/2018).

Menurut dia, selain tidak lancar dalam pendistribusian, sejak seminggu lalu air PDAM berhenti mengalir. Guna memenuhi kebutuhan warga banyak membeli air dari tangki pengangkut dengan harga Rp120.000 untuk 5.000 liter air. “Sampai sekarang [hari ini] air PDAM belum mengalir,” tuturnya.

Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh Lin Noviani, warga Desa Jepitu lainnya. Menurut dia, pasokan air dari PDAM sering macet sehingga warga khawatir terkait dengan pemenuhan air bersih, khususnya pada saat kemarau. “Tadi malam sudah mulai keluar airnya, mudah-mudahan tidak macet lagi,” katanya.

Dia pun berharap pihak terkait bisa memberikan jaminan agar pasokan tetap lancar. Untuk antisipasi kerusakan instalasi seharusnya bisa ditangani dengan baik sehingga saat terjadi masalah bisa diperbaiki dan tidak menggangu kelancaran pasokan air ke pelanggan. “Ya kalau memang ada kerusakan, harusnya ada pemberitahuan sehingga warga tidak kebingungan,” katanya.

Kepala Seksi Kesejahteraan Sosial, Kecamatan Girisubo Arif Yahya mengatakan, wilayahnya merupakan kecamatan yang rutin mengalami krisis air saat kemarau. Menurut dia, untuk pemenuhan air bersih selain bergantung dari pasokan air dari PDAM, warga juga sering membeli dari truk pengangkut air. “Salah satu kekeringan terparah dapat dilihat di wilayah Desa Songbanyu. Warga di sana kalau membeli air satu tangkinya mencapai Rp200.00,” katanya.

Direktur Utama PDAM Tirta Handayani Isnawan Fibriyanto saat dikonfirmasi kemarin tidak menampik jika ada kendala penyaluran air di wilayah Girisubo. Tersendatnya pasokan karena ada kerusakan pompa di sumber air Bribin. Meski demikian, ia mengklaim sudah melakukan perbaikan sehingga pompa sudah kembali normal. “Sudah berfungsi dan tinggal pemerataan saja sehingga dalam waktu dekat air akan kembali lancar,” katanya.