Sampah di TPST Piyungan Makin Menggunung, Meluber Hingga ke Jalan

Seorang pemulung tengah memilah sampah di TPST Piyungan beberapa waktu lalu. - Harian Jogja/ Nur Uswatun Khasanah (M123)
25 Oktober 2018 17:50 WIB Nur Uswatun Khasanah (M123) Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL- Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TSPT) Piyungan, Bantul semakin penuh menampung ratusan ton sampah setiap harinya.

Sejatinya sejak 2012, kapasitas TPST sebenarnya sudah penuh namun masih dipaksakan hingga sekarang.

Tumpukan sampah hingga meluber ke badan jalan dan mengganggu aktivitas warga sekitar.

"Di sini sampah masuk bisa 500 sampai 700 ton per hari. Seharusnya sampah yang masuk di TPST Piyungan ini dipilah, sampah disini harusnya sudah sampah residu jangan semuanya masuk di sini, sehingga semua sampah yang masuk di sini bisa berkurang hingga 80 persen mestinya," kata Kasi Pemrosesan Akhir Sampah TPST Piyungan, Sarjani, pada Kamis (25/10/2018).

Tumpukan sampah yang sudah sangat penuh memicu konflik di warga sekitar. Di tambah ketika musim hujan datang masalah baru akan muncul, seperti bau yang sangat mengganggu, dan ribuan lalat yang berada ditumpukan sampah hingga mengganggu rumah warga sekitar.

"Tiap tahun kita juga mengadakan bantuan, subsidi kompensasi lingkungan sebesar Rp187 juta dibagi 15 RT. Untuk kesehatan kami juga punya program dan kerja sama dengan Rumah Sakit Rajawali Citra setahun dua kali," kata dia.

Ngatini, salah satu pemulung di TPST Piyungan, mengumpulkan sampah plastik untuk dijual kembali ke pengepul dengan rata-rata per hari mendapat lima sampai enam keranjang dan mendapat keuntungan kurang lebih Rp50.000 per hari.