Alissa Wahid Tegaskan yang Dibakar Banser Bendera HTI, Ada Jejak Digital

Alissa Wahid memberikan keterangan kepada wartawan disela acara Temu Nasional Penggerak Jaringan Gusdurian 2018 di Asrama Haji DIY, Sinduadi, Mlati, Sleman, Sabtu (11/8/2018). - Harian Jogja/Irwan A. Syambudi
26 Oktober 2018 16:50 WIB Abdul Hamied Razak Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA- Putri pertama Presiden Ketiga RI almarhum Abdurrahman Wahid (Gus Dur) Alissa Qotrunnada Munawaroh Wahid alias Alissa Wahid mengatakan bendera yang dibakar oknum Banser di Garut adalah Bendera HTI. Meski begitu, dia menyerahkan sepenuhnya kasus tersebut kepada aparat penegak hukum.

“Biarkan proses penyelidikannya berlangsung untuk mendapatkan gambaran kasusnya lebih konfrehensif karena ini Indonesia dan ini tahun politik. Saatnya polisi mengikuti hukum, pidana ada aturannya. Jangan terlalu terbawa akses politik,” katanya kepada wartawan di Jogja, Jumat (26/10/2018)

Alissa sendiri menegaskan bendera yang dibakar adalah bendera organisasi terlarang HTI. Walaupun HTI membantah itu bukan bendera HTI, namun Alissa mengatakan jika jejak digital di era teknologi saat ini tidak bisa dibantah.

“Tidak ada bendera tauhid. Itu bendera HTI. Coba lihat foto setiap aksi HTI. Coba cek di kantor HTI. [Meski organisasi terlarang] Kenapa HTI masih ada gerakannya?,” katanya.

Sekjen GP Ansor Abdul Rochman mengatakan munculnya kemarahan masyarakat atas pembakaran bendera HTI tersebut, kata Rochman karena masyarakat banyak yang tidak memahaminya.

Masyarakat hanya mengetahui adanya kalimat tauhid tetapi tidak merasa kalau sedang dimanipulasi dan dimainkan opininya. “Bahwa yang terjadi Banser membakar bendera tauhid. Padahal bendera itu bendera HTI. Dan itu [di persidangan] diakui oleh HTI,” katanya.