Advertisement

Pancasila Pertama Kali Dijamas di Jogja, Ini Makna Filosofinya

Yogi Anugrah
Sabtu, 27 Oktober 2018 - 00:50 WIB
Bhekti Suryani
Pancasila Pertama Kali Dijamas di Jogja, Ini Makna Filosofinya acara jamasan pusaka negara di Pendopo Agung Tamansiswa, Kota Jogja Senin (1/10/2018) lalu. - Ist

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA- Dinas Pariwisata (Dispar) DIY dan Rumah Petani Budaya Nusantara (RPBN) menggelar Atraksi Budaya Jamasan Pusaka Negara pertama kali di Indonesia. Acara ini digelar Pendopo Agung Tamansiswa, Kota Jogja Senin (1/10/2018) lalu.

"1 Oktober dipilih karena bertepatan dengan Hari Kesaktian Pancasila," kata Ketua Koordinator Penyelanggara, Sukabiwata kepada Harianjogja.com, Jumat (26/10/2018).

Advertisement

Sukabiwata menuturkan, acara ini merupakan Jamasan yang dilakukan kepada pusaka negara, yaitu Pancasila.

"Pancasila secara ideologis berada dalam diri setiap manusia di Indonesia sebagai pandangan hidup, oleh karena itu, pada acara ini, yang dijamas adalah manusia-manusia itu sendiri [peserta yang hadir]," ungkapnya.

Ia mengatakan, bahwa acara Jamasan Pusaka Negara tersebut dihadiri lebih dari 150 peserta yang terdiri dari Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) DIY dan seluruh elemen masyarakat di DIY.

"Nilai-nilai yang ada di dalam Pancasila dikemas dengan kebudayaan, sehingga kita terhindar dari disorientasi," katanya.

Sukabiwata mengatakan bahwa air yang digunakan pada Jamasan Pusaka Negara adalah air kelapa hijau yang dicampur dengan bekas tangkai padi yang sudah mengering.

"Secara ilmiah air tersebut bisa membersihkan unsur-unsur negatif dalam manusia, dan secara makna bisa membersihkan manusia untuk kembali ke kodrat," tambahnya.

Pendopo Agung Tamansiswa dipilih sebagai tempat penyelenggaraan Jamasan Pusaka Negara bertujuan untuk mengangkat kembali semangat dari ajaran Ki Hajar Dewantara mengenai karakter manusia Indonesia yang memiliki cipta, rasa, budi, dan karsa.

Kepala Seksi Objek Daya Tarik Wisata Dispar DIY, Wardoyo mengatakan DIY sebagai daerah yang terkenal dengan wisata dan budaya harus selalu melestarikan budaya yang ada, salah satunya adalah Jamasan.

"Budaya bisa menjadi salah satu daya tarik bagi wisatawan untuk berkunjung ke DIY dan acara-acara seperti ini akan setiap tahun diadakan," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Advertisement

Harian Jogja

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Ternyata Selat Hormuz Sudah Dilintasi Ratusan Kapal

Ternyata Selat Hormuz Sudah Dilintasi Ratusan Kapal

News
| Sabtu, 04 April 2026, 17:57 WIB

Advertisement

Long Weekend April 2026: Cek Tanggal Merah Usai Lebaran

Long Weekend April 2026: Cek Tanggal Merah Usai Lebaran

Wisata
| Jum'at, 03 April 2026, 12:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement