HomeDiploFest UMY Bahas Isu Palestina

Menlu Retno Marsudi usai mengjadiri peringatan Hari Kartini di Kimpleks Istana Kepresidenan Bogor, Sabtu (21/4/2018). - Ist/Antara
27 Oktober 2018 08:10 WIB Laila Rochmatin Bantul Share :

Harianjogja.com, JOGJA -- Kementerian Luar Negeri bekerja sama dengan Program Studi Hubungan Internasional Universitas Muhammadiyah Yogyakarta mengadakan kuliah umum dengan mengangkat tema Hubungan Luar Negeri Indonesia dan Kawasan Asia Pasifik Afrika (ASPASAF).

Kegiatan yang merupakan bagian dari rangkaian acara Diplomasi Festival (DiploFest) 2018 ini diselenggarakan di Gd. Ibrahim E.6 lantai V, Kampus Terpadu UMY, Kamis (25/10/2018).

Pembicara dalam acara ini adalah Desra Percaya (Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika Kemlu RI) dan Ali Muhammad (Direktur Pusat Studi ASEAN UMY). Fokus utama diskusi mengenai isu konflik yang terjadi antara Palestina dan Israel yang seakan tak berujung, serta bagaimana hubungan Indonesia dan upaya solusi yang sudah diberikan untuk mewujudkan perdamaian.

Ali Muhammad menjelaskan konflik yang sudah berkepanjangan antara Palestina dan Israel masih belum juga menemui titik terang. Dalam hal ini bangsa Palestina menjadi korban atas penjajahan yang dilakukan Israel. Banyak korban berjatuhan mulai dari warga sipil, wanita dan juga anak-anak. Konflik itu telah mendapatkan perhatian dunia karena telah merusak arti Hak Asasi Manusia (HAM) dan mencederai tujuan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).


“Indonesia sendiri sejauh ini terus mengupayakan kemerdekaan Palestina dan solusi perdamaian antara kedua negara yang berkonflik, meski sebenarnya banyak tantangan terutama Amerika Serikat yang selalu memberikan dukungan untuk Israel,” kata dia.