Festival Bregada Rakyat DIY 2026 Hadirkan Juara dari 15 Tahun Penyelenggaraan
Festival Bregada Rakyat DIY 2026 menghadirkan 18 kelompok di Sleman. Simak jadwal, kriteria penilaian, hadiah, dan daftar peserta.
Petugas dari DLH Jogja membersihkan kotoran burung yang berserakan di Jalan Mayor Suryotomo, Gondomanan, Kamis (1/11/2018)./Harian Jogja-Abdul Hamid Razak
Harianjogja.com, JOGJA- Tak hanya sampah, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jogja direpotkan juga untuk membersihkan kotoran burung yang berserakan di Jalan Mayor Suryotomo, Gondomanan yang notabene berjarak tak sampai satu kilometer dari objek wisata Malioboro dan Pasar Beringharjo, Kamis (1/11/2018).
Pembersihan kotoran burung tersebut melibatkan mobil road sweeper milik DLH. Kepala DLH Jogja Suyana mengatakan pembersihan kotoran burung tersebut dilakukan setelah instansinya menerima laporan banyaknya kotoran burung yang berserakan di jalan tersebut. Tidak hanya mengganggu pemandangan, bau yang ditimbulkan kotoran tersebut juga mengganggu masyarakat yang berlalu lalang.
"Petugas langsung menindaklanjuti laporan tersebut dengan membersihkan kotoran burung dari jalanan. Ini baru pertama kali petugas membersihkan kotoran burung di jalanan. Selain jalan itu belum ada laporan," kata Suyana, Kamis (1/11/2018).
Kegiatan pembersihan dilakukan sejak pukul 06.00 pagi. Selain menggunakan peralatan manual menggunakan sapu lidi dan sikat, DLH juga mengerahkan satu unit mobil penyiram taman dan mobil road sweeper. "Kalau yang dijalan langsung dibersihkan dengan mobil. Nah bagian lain yang tidak bisa dijangkau mobil road sweeper seperti di trotoar dibersihkan secara manual. Kotoran yang sudah mengering susah dibersihkan," jelasnya.
Berdasarkan informasi yang dia terima, kotoran burung tersebut berasal dari burung-burung Sriti dan Kuntul yang acapkali berkumpul di sekitar lokasi. Biasanya, ratusan burung Sriti muncul pada sore hari. Mereka biasa bertengger di jaringan kabel di sekitar lokasi. "Kalau siang burung-burung ini biasa menetap di rumah kosong milik warga sekitar. Ada beberapa bangunan yang kosong di sana," jelas Suyana.
Berbeda dengan Sriti, burung-burung jenis Kuntul umumnya tinggal di pohon-pohon perindang di sepanjang jalan tersebut. Burung ini biasanya memangsa serangga di sekitar lokasi. "Meski dari kotoran burung tapi karena jumlahnya banyak, tetap saja menimbulkan bau tidak sedap. Kalau masih ada lagi, ini akan menjadi rutinitas tambahan petugas selain membersihkan sampah," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Festival Bregada Rakyat DIY 2026 menghadirkan 18 kelompok di Sleman. Simak jadwal, kriteria penilaian, hadiah, dan daftar peserta.
Polda Metro Jaya menyiapkan hotline POLIRAN di 08131301994 untuk memantau proses pencarian kerja, pelatihan, dan seleksi kerja.
Disdukcapil Kulonprogo mencatat Sulastri dan Supriyanto sebagai nama paling banyak digunakan warga. Simak daftar 10 nama terpopuler.
Harga jagung di Klaten mencapai Rp7.400/kg, tertinggi sepanjang sejarah. Petani bisa meraup Rp13 juta per patok saat panen sendiri.
Jaecoo J5 EV mengalami insiden roda depan terlepas di Jakarta. Jaecoo Indonesia mengungkap hasil investigasi dan kondisi kendaraan.
Cristiano Ronaldo mengumumkan pensiun dari timnas Portugal setelah 23 tahun, dengan catatan 234 penampilan dan 146 gol internasional.