Besok Pilihan Lurah Serentak Digelar di 31 Kalurahan Gunungkidul, Ini Daftarnya
Pemilihan lurah serentak Gunungkidul digelar Sabtu (26/9/2026) di 31 kalurahan yang tersebar di 16 kapanewon. Simak daftar lokasinya.
Ilustrasi razia lalu lintas/Harian Jogja-Uli Febriarni
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Sedikitnya 2.895 pelanggar terjaring razia operasi Zebra Progo 2018 yang dimulai sejak Selasa (30/10/2018) lalu. Jumlah tilang terbanyak didominasi oleh anak di bawah umur yang mencapai 70% atau sekitar 2.000 di antaranya.
Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Gunungkidul AKP Mega Tetuko mengatakan, operasi Zebra Progo 2018 akan berlangsung hingga Senin (12/11/2018) mendatang. Namun hingga Jumat (9/11) sudah ada 2.895 pelanggaran baik kendaraan roda dua maupun roda empat. “Data masih akan dikumpulkan hingga razia berakhir sehingga jumlah pelanggar masih bisa bertambah,” kata Mega kepada wartawan, Jumat (9/11/2018).
Menurut dia, berdasarkan analisa dan evaluasi jajaran satlantas, jumlah pelanggar didominasi oleh anak di bawah umur. Tak tanggung-tangung persentasenya mencapai 70% dari total pelanggaran selama operasi berlangsung. “Sisanya ada kelengkapan surat tidak lengkap, tidak memakai alat pengaman diri hingga kendaraan tidak sesuai peruntukan,” tuturnya.
Diduga banyak pelanggaran anak di bawah umur terjadi karena para pelajar membawa kendaraan untuk pergi ke sekolah. Guna mengatasi permasalahan ini, Mega berjanji akan meningkatkan sosialisasi ke sekolah-sekolah terkait dengan keselamatan berlalulintas. “Ini menjadi catatan kami dan nanti setelah operasi berakhir, maka akan dilakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah,” ungkap dia.
Disinggung mengenai tingginya pelajar membawa kendaraan ke sekolah karena tidak ada moda transpotasi, Mega mengungkapkan hal tersebut tidak bisa menjadi pembenaran. Sesuai dengan aturan dalam lalu lintas, anak di bawah umur tidak boleh membawa kendaraan sendiri.
Guna mengatasi hal ini, ia menyarankan kepada orang tua untuk lebih perhatian kepada anak. ini lantaranan, ketiadaan moda transpotasi ke sekolah bisa disiasati dengan kegiatan antar jemput. “Justru kalau membiarkan membawa anak di bawah umur bebas naik kendaraan sendiri malah berbahaya karena risiko terjadi kecelakaan lebih tinggi. Jadi kalau benar sayang, kalau tidak ada kendaraan umum, maka solusinya dengan antar jemput sehingga lebih aman dan bisa menjalin kedekatan dengan anak lebih akrab lagi,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemilihan lurah serentak Gunungkidul digelar Sabtu (26/9/2026) di 31 kalurahan yang tersebar di 16 kapanewon. Simak daftar lokasinya.
Dokter Yoga Yuniadi meluruskan anggapan obat hipertensi menyebabkan ginjal rusak dan menjelaskan pentingnya menjaga tekanan darah tetap terkendali.
Kuota LPG 3 kg 2027 dipangkas menjadi 8 juta ton. Pemerintah menyiapkan CNG, jargas, dan kompor listrik sebagai energi alternatif.
DPRD Kota Jogja mendorong pencegahan korupsi melalui penguatan sistem, tata kelola transparan, akuntabel, dan budaya integritas.
Polri menetapkan 196 tersangka dari 245 laporan karhutla hingga 28 September 2026. Kasus yang melibatkan korporasi juga terus didalami.
Bulog memastikan Beras Kita Premium dapat digunakan untuk kebutuhan MBG sesuai arahan pemerintah, sementara beras fortifikasi bukan pengganti beras premium.